BANNIQ.Id, Mamuju — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Sulawesi Barat akan menggelar Sarasehan Organda Korwil V se-Sulawesi sebagai upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam penataan angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).
Ketua panitia, Hasanuddin, SH, MH, mengatakan sarasehan tersebut menjadi ruang bersama untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara pemerintah, Organda, operator angkutan, serta instansi terkait dalam mewujudkan sistem transportasi darat yang lebih aman, nyaman, tertib, dan maju.
“Tujuan sarasehan ini untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi, meningkatkan komunikasi dan koordinasi, serta mendukung terciptanya angkutan yang aman dan nyaman menuju transportasi yang lebih maju,” ujar Hasanuddin,Sabtu(5/9/26).
Kegiatan ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah provinsi dan kabupaten, pengurus DPD Organda se-Sulawesi, pengurus DPC Organda kabupaten se-Sulawesi Barat, hingga para operator Perusahaan Otobus (PO) AKAP dan AKDP.
Selain itu, turut diundang instansi vertikal Kementerian Perhubungan, Polda Sulawesi Barat, serta Polresta Mamuju.
Sarasehan tersebut digelar DPD Organda Provinsi Sulawesi Barat bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) dan Perhubungan Provinsi Sulawesi Barat.
Sejumlah narasumber dari berbagai instansi dan lembaga juga dijadwalkan hadir. Di antaranya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI yang akan membahas penataan trayek dan perizinan angkutan umum.
Narasumber lainnya yakni Kepala Dinas Perkimtan dan Perhubungan Provinsi Sulawesi Barat, Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat, Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sulselbar, serta Ketua Umum DPP Organda.
Melalui sarasehan ini, Organda Sulbar berharap terbangun koordinasi yang semakin kuat antarpemangku kepentingan, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan angkutan darat serta mendorong penataan transportasi yang lebih efektif dan berkelanjutan di wilayah Sulawesi.
Forum tersebut sekaligus diharapkan menjadi wadah untuk menyamakan persepsi dan merumuskan langkah bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan angkutan umum bagi masyarakat./***











