BANNIQ.Id. Polewali Mandar. Kawasan transmigrasi di Desa Taramanu Tua, Kecamatan Tubbi Taramanu (Tutar), Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, akan kembali mendapatkan tambahan penghuni.
Dua kepala keluarga (KK) dari Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dijadwalkan menempati kawasan tersebut sebagai pengganti transmigran sebelumnya yang telah meninggal dunia.
Kepala Bidang Perencanaan dan Pembangunan Kawasan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Daerah (Disnakertransda) Provinsi Sulawesi Barat, Bayu Widiyanto, SE, M.Si, membenarkan adanya penambahan kuota tersebut.
“Benar, ada penambahan kuota transmigrasi di Desa Taramanu Tua, Tutar, Polman, sekitar dua kepala keluarga atau delapan jiwa. Mereka merupakan pengganti transmigran sebelumnya yang meninggal dunia,” jelas Bayu, Senin (7/9/2026).
Menurut Bayu, sebelum kedatangan para transmigran tersebut, berbagai fasilitas pendukung untuk tempat tinggal telah disiapkan dan dinilai layak untuk digunakan.
Kondisi infrastruktur di kawasan transmigrasi juga terus mendapat perhatian pemerintah
Salah satu fasilitas yang tengah dikerjakan adalah pembangunan jalan beton yang akan menghubungkan kawasan transmigrasi dengan desa-desa di luar kawasan.
Infrastruktur tersebut diharapkan semakin membuka akses dan memperlancar aktivitas warga.
“Pemerintah terus meningkatkan akses jalan ke kawasan transmigrasi untuk memudahkan mobilitas orang maupun komoditas dari warga transmigrasi yang berpola pertanian dan perkebunan,” imbuh Bayu.
Tak hanya penambahan kuota tahun ini, Disnakertransda Sulbar juga telah menyiapkan proyeksi penempatan transmigran untuk Tahun Anggaran 2027.
Pada tahun tersebut, transmigran dari Pulau Jawa direncanakan kembali didatangkan ke dua kawasan transmigrasi di Sulbar, yakni kawasan Tanjung Cina di Kabupaten Pasangkayu dan Desa Taramanu Tua di Kabupaten Polewali Mandar.
“Sesuai usulan dari kabupaten, Pasangkayu dengan lokasi transmigrasi Tanjung Cina sebanyak 100 KK dan Taramanu Tua sebanyak 50 KK. Tanjung Cina dengan pola tambak, sementara Taramanu Tua dengan pola pertanian dan perkebunan,” pungkas Bayu./***











