BANNIQ.Id. Majene. Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Barat menekankan pentingnya konsolidasi, soliditas kader, serta penyusunan strategi politik yang terukur untuk menghadapi Pemilu 2029. Pesan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Majene, Rabu (28/10/2026).
Musda yang berlangsung pada 28–29 Oktober 2026 itu menjadi momentum penting bagi Golkar Majene untuk mengevaluasi kinerja organisasi, memperkuat struktur kepengurusan, serta merumuskan langkah strategis guna meningkatkan perolehan kursi legislatif dan memenangkan kontestasi politik mendatang.
Dalam sambutannya, Ketua DPD Partai Golkar Sulbar H.Samsul Mahmud menyebut Musda sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi partai di tingkat daerah yang memiliki nilai strategis untuk melakukan refleksi, evaluasi, dan menentukan arah perjuangan organisasi.
Menurutnya, Musda tidak sekadar menjadi forum pergantian atau pembentukan kepengurusan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen agar Golkar semakin dekat dan berakar di hati masyarakat.
“Musda adalah kesempatan untuk melahirkan peta baru untuk menang Pemilu dan Pilkada di semua tingkatan,” tegasnya di hadapan peserta Musda.
Ia kemudian menyampaikan lima pesan penting kepada seluruh kader Golkar Majene sebagai bekal memperkuat organisasi dan menghadapi agenda politik ke depan.
Pesan pertama, memaksimalkan konsolidasi partai dan memperkuat soliditas internal. Seluruh kader diminta menjaga persatuan dan kebersamaan di semua tingkatan, dengan memberikan perhatian khusus terhadap struktur partai di tingkat kecamatan, desa, kelurahan, hingga RT/RW.
Menurutnya, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh kepengurusan di tingkat kabupaten, tetapi juga oleh keberadaan dan aktivitas kader di lini terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Kedua, menjadikan Musda sebagai ruang demokrasi internal untuk membentuk struktur kepengurusan yang kompeten. Kepengurusan yang dihasilkan diharapkan mampu membawa Golkar Majene meraih prestasi lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.
Ketiga, seluruh kader diminta membangun citra positif partai di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa kepercayaan dan kecintaan masyarakat terhadap Golkar harus tumbuh melalui sikap, perilaku, serta kontribusi nyata para kader.
“Dengan begitu, rakyat akan semakin cinta kepada Partai Golkar dan tentu juga cinta kepada kader-kader Golkar,” ujarnya.
Pesan keempat, segera menyusun program kerja dan langkah strategis pasca-Musda yang terukur serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Ia meminta Golkar Majene mulai merumuskan strategi menghadapi Pemilu 2029, meningkatkan perolehan kursi legislatif di semua tingkatan, serta menetapkan target kemenangan pada Pilkada dan Pilpres.
Secara khusus, ia menegaskan pentingnya memperjuangkan keterwakilan Sulawesi Barat di DPR RI dengan menargetkan minimal satu kursi.
“Segera menyusun dan merumuskan strategi untuk menang Pemilu 2029, meningkatkan perolehan kursi legislatif di semua tingkatan, serta menetapkan target menang Pilkada dan Pilpres. Wabilkhusus, menetapkan perolehan kursi DPR RI minimal satu kursi,” tegasnya.
Pesan kelima, seluruh kader diminta senantiasa berpegang pada doktrin Partai Golkar, yakni karya kekaryaan. Ia mengingatkan bahwa kader Golkar harus mengedepankan solusi konkret bagi daerah, bangsa, dan negara, bukan sekadar membangun wacana.
Pesan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang menekankan pentingnya menghadirkan karya nyata sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Untuk segenap kader Partai Golkar harus mengutamakan solusi nyata bagi daerah, bangsa, dan negara. Hadir menunjukkan karya, bukan sekadar wacana, sekadar narasi,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Ketua DPD Partai Golkar Sulbar mengajak seluruh kader menjaga kekompakan dan meningkatkan semangat perjuangan partai melalui yel-yel “Golkar Solid, Indonesia Maju, Majene Tambah Kursi”.
Ia kemudian secara resmi membuka Musda XI DPD Partai Golkar Kabupaten Majene yang mengusung tema “Golkar Solid, Indonesia Maju, Majene Sejahtera”.
Musda tersebut diharapkan menghasilkan kepengurusan yang solid, program kerja yang terarah, serta strategi politik yang mampu memperkuat posisi Golkar di Kabupaten Majene dan Sulawesi Barat menjelang Pemilu 2029./***











