ADVERTORIAL

Bappeda Bersama Kominfopers Sulbar Kembali Laksanakan Rakor Terkait Rancangan Aplikasi “Sapota”

Kepala Dinas Kominfopers Sulbar,Mustari Mula bersama Kabid PPED Bappeda Sular,Hasanuddin Haruna saat Rakor Pembahasan lanjut Penyiaoan Aplikasi Sapota(photo:repro)

BANNIQ.Id. Mamuju – Pemprov Sulbar akan meningkatkan pelayanan masyarakat dalam sektor kemudahan mendapatkan data layanan.

Kunker Spesifik ke Pasuruan Bersama Komisi IV, Agus Ambo Djiwa : Swasembada Susu Tak Cukup Tambah Sapi, Pakan dan Harga Ternak Harus Diperkuat

Dalam rangka tersebut Pemprov melakukan percepatan satu data Sulbar mendukung program satu data nasional.

Kepala Bappeda Sulbar Junda Maulana mengatakan Sulbar sampai saat ini belum final penginputan satu data melalui aplikasi Sapota.

Akhiri Etafe di Polewali, Bupati Polman Tutup Rangkaian Sandeq Silumba 2026

“Makanya kita rapat bersama Kominfopers dan menyepakati membahas bahwa ini harus ada percepatan. Salah satunya menjawab keinginan Pj Gubernur membuat satu data Sulbar. Jadi kita ke depan memiliki data senter,” kata Junda, Rabu 11 Oktober 2023.

Data senter ini bisa digunakan semua. Tahun 2024 mendatang akan dianggarkan sehingga bisa berjalan maksimal. Karena kendala selama ini pengelolaan datanya.

Mandarpreneur Fair 2026 Dorong UMKM Sulbar Naik Kelas dari Penguatan Kapasitas Hingga Akses Pasar dan Pembiayaan

“Disitu ada data numerik dan data spasial. Data spasial ini tidak semua bisa karena butuh keterampilan, sehingga mungkin kita bekerjasama dengan vendor yang sudah pengalaman,” tambahnya.

Makanya, tahun depan ada dua alternatif akan disampaikan kepada pimpinan Pemprov. Pertama melanjutkan aplikasi Sapota atau bekerjasama dengan vendor yang profesional.

“Jadi itu akan kita tawarkan, tapi lebih bagus kalau aplikasi Sapota dilanjutkan karena tidak membutuhkan dana besar,” ujarnya.

Sementara, Kadis Kominfopers Mustari Mula menyampaikan untuk optimalisasi aplikasi Sapota bertujuan untuk mendukung salah satu program prioritas Pemprov Sulbar yaitu Percepatan Satu Data Sulbar menuju Satu Data Indonesia.

Aplikasi ini akan diintegrasikan dengan sumber data yang yang lain terutama data data spasial dari OPD selaku produsen data.

“Jadi kominfo sesuai sektornya sebagai wali data. Pembinanya ini BPS Sulbar, dan Bappeda sebagai koordinatornya. Sedangkan OPD produsen,” ucapnya.

Selama ini, sudah jalan dan saat ini belum jalan memang data spasialnya. Tinggal itu yang perlu dikembangkan.I***

× Advertisement
× Advertisement