Distanak Sulbar Gelar Rakor Monev Upsus Pajale

Kadistanak Sulbar,Ir.H.Tanawali,MMA pada kegiatan Rakor Upsus Pajale(photo:repro)


 BANNIQ.Id.Sulbar. Guna melakukan evaluasi capaian pelaksanaan prorgram Upaya Khusus (Upsus) Pertanian Provinsi Sulbar,menggelar Rakor Upsus Pajele 05,Kamis(5/9/2019).

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (Distanak) Sulbar, Ir.H.Tanawali,MMA, mellaui sambutannya Mengatakan, Rakor tersebut bertujuan untuk melakukan evaluasi capaian luas tambah tanam (LTT) padi pada periode April sampai September 2019.

Tanawali menambahkan, Capaian LTT saat ini terdapat selisih 31.346 ha antara Luas tanam LTT UPSUS yakni 125.609 Ha dengan luas tanam SP PDPS ( Penguatan Data Pangan Strategi) 94.263 Ha,

” Hal ini terjadi karena menyesuaikan dengan situasi benih yang terlambat datang dan factor iklim, oleh karena itu kami harapkan pada kesempatan di Rakor ini perlu mengsingkronkan  data melalui updating data  LTT, apabila tidak memungkinkan di akumulasi ke bulan berikutnya,” Ujar Tanawali.

Sementara itu, Kapus litbangtan DR Ir Haris Syhbuddin DEA yang menjadi salah satu pematri dan juga selaku Penaggung Jawab Prov Sulbar berharap agar Penyuluh bersama TNI lebih bersemangat melakukan percepatan tanam dengan memanfaatkan sarana yang ada (pompanisasi) sambil menunggu adanya hujan.

sebagai penanggung jawab UPSUS Padi Jagung dan Kedelai ( PAJALE) di Sulbar dirinya akan mengawal langsung, pelaksanaan program tersebut, dia juga tak luput menyampaikan terima kasih kepada TNI bersama Penyuluh di lapangan yang telah menyukseskan Upsus pajale selama ini.

Masih kata dia, Kesuksesan program Upsus Pajale tergantung dari dukungan semua pihak baik dinas pertanian, penyuluh pertanian tingkat kecamatan dan Babinsa.

” Program Upsus Pajale bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi Pajale guna menjamin pasokan pangan masyarakat Indonesia yang saat ini kurang lebih sudah mencapai 269 juta jiwa,” Ujarnya.

Dia menambahkan,bahwa Tujuan Utama Program Pajale ini ini bukan hanya Out put capaian realisasi saja, tapi juga out come yang harus sampai menyentuh kebutuhan hakiki petani yaitu NTP.” Alhamdulillah NTP di Sulbar 2018 diatas rata2 nasional,” Sambungnya.

Demi kesuksesan program Upsus Pajale tersebut, ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung program UPSUS Pajale dengan semakin giat lagi dalam mendampingi petani,
Dalam upaya mendorong pencapaian target tersebut.

Selain itu dia juga mengapresiasi para penyuluh pertanian dengan peran yang sangat penting dalam memotivasi petani dan melalukan strategi untuk mencapainya antara lain monitoring panen dan potensi panen di masing- masing wilayah kecamatan.

“Kami harapkan agar kita selalau tetap semangat dalam pencapaian target percepatan Luas Tambah Tanam Pajale.,” harapnya.

 Masih kata dia,Kehadiran PPL petugas data dari  kecamatan beserta tokoh masyarakat berfungsi untuk memberikan informasi akurat yang merupakan hal penting dalam langkah pencapaian target, kesanggupan pencapaian target dengan memperhatikan potensi dan kendala yang ada menjadi masukan untuk ditindaklanjuti. 

“Diharapkan peran PPL  (petugas penyuluh lapangan) sebagai petugas data tidak sebatas mencatat dan melaporkan yang dilakukan petani namun juga memberikan pengarahan percepatan tanam dengan melibatkan tokoh masyarakat setempat,” Timpalnya.

Dengan demikian dia juga berharap agar pendampingan petani oleh petugas di kecamatan selalu digiatkan khususnya dalam memovitasi kepala desa dan ketua kelompok tani agar dapat tanam serempak dan tepat waktu.

” Kami harapkan pula bahwa kepada para petugas yang bekerja di dunia pertanian harus menghayati pekerjaannya sehingga perlu dinikmati. Sebab peran petugas pertanian di tingkat kecamatan sangat diperlukan oleh petani atau masyarakat,” Pungkasnya.

Sementara itu,Kasister Korem 142 Tatag Mayor Arm Novan Andriansyah Kasiter mengatakan melalui materinya, bahwa dukungan TNI selaku bagian dari tim sukses program UPSUS Pajale seperti pendampingan dalam penyaluran benih, pupuk dan alsintan pada kelompok tani, pendampingan gerakan perbaikan jaringan irigasi, tanam serentak dan pengendalian OPT.

Pendampingan penerapan teknologi peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai (Pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan dan panen). Penyusunan dan penyampaian laporan kegiatan pendampingan.

“Untuk itu, diharapkan Babinsa dan Penyuluh Pertanian dapat bekerja bersama-sama, bersinergi dalam mendampingi petani,” Tandasnya.|smd
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *