DKP Sulbar Rancang Pengembangan Industri Garam Rakyat di Pantai Barane

Hits: 65

Gambar : Ilustrasi Pengembangan Garam Rakyat

BANNIQ.Id.Sulbar. Sumber daya Kelautan dan Perikanan yang dimiliki oleh Provinsi Sulbar dikenal potensial untuk dikembangkan. Potensi tersebut meliputi Ikan dan biota laut, kandungan Migas maupun potensi Pesisir pantai untuk industri garam.

Untuk rencana pengembangan tersebut saat ini Dinas Kelautan dan Perikanan(DKP) Provinsi Sulbar tengah melakukan penjajakan pembangunan Industri garam rakyat di panti Barane Majene.

” Kami ingin membangun industri garam rakyat di pantai barane majene, dengan data citra satelit kita analisa potensi pengembangannya dari pantai Barane smpai ke perbatasan Tinambung, kami juga telah lakukan survei dan memeriksa data pendukungnya (iklim dominan musiman, kualitas air laut yang lebih bagus dari pantura jawa),” Beber Kadis Kelautan dan Perikanan Sulbar, Dr.Ir.Fadli Syamsuddin,M.Sc. Minggu,(1/10/2020) via Grup WA.

Tentang daya dukung pengembangan garam rakyat tersebut, kata mantan Peneliti Utama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ini beberapa aspek pendukung mesti menjadi perhatian, karena aspek tersebut turut menentukan keberhasilan industri garam rakyat.

” Untuk pengembangan Industri garam rakyat/Kbh tradisional, faktor musim, jenis tanah dan kualitas air juga kemiringan pantai dengan kondisi pasang surut untuk menjamin suplai air laut sangat menentukan,” Imbuhnya.

Kemudian dirancangnya pantai Barena sebagai rencana lokasi pemgembangan sebut Fadli, karena pantai di kabupaten lain seperti Mamuju, Mateng dan Pasangkayu kondisi pantainya dominan Mangrove dan faktor iklim mungkin ekuatorial(Dua kali musim hujan).

” Kabupaten majene bersifat musiman dengan rata-rata 30 MM/tahun pada musim timur/kering, agustus misalnya 30 MM/bulan, untuk garam rakyat disyaratkan < 60 MM/bulan,” lugasnya.

Kemudian untuk kelayakan pengembangan masih Fadli, Selanjutnya akan dihitung cost benefit untuk melihat kelayakan pengembangan garam rakyat ini.

“Untuk keperluan tersebut saya membutuhkan data pasokan garam sulbar berapa ton setiap bulannya dan dipasok dari mana, Data-data terkait expenditure kebutuhan garam (dengan jenisnya kalau ada) sulbar, kami butuh data dari Dinas Perindagkop,” Timpalnya.

Ke depan lanjutnya, dapat dikembangkan menjadi garam untuk mendukung produksi garam nasional.

” Kalau perlu, dapat ditingkatkan menjadi garam industri Indonesia kekurangan garam untuk keperluan industri soda karena kualitas garam nasional belum sesuai spesifikasi yang diperlukan,” Simpulnya.| Asdar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *