Herly: Meningkatkan Prestasi Atlit, Kuncinya Ada pada Cabor dan Infra Struktur Keolahragaan

Hits: 83

Pengurus KONI Mamuju saat Study Banding ke Kab.Bogor, Selasa 24 Juni 2019(photo:bnq)

BANNIQ.Id.Mamuju. Prestasi di Bidang Olah raga untuk Provinsi Sulbar, belum bisa untuk dibanggakan, karena dilihat dari skala nasional Provinsi ke 33 ini, masih berada pada level rendah bahkan bedasarkan Raihan medali di PON Jabar beberapa tahun lalu, Sulbar berada pada juru kunci, posisi ke 33 dari 33 Provinsi.

Tentu hal ini menjadi catatan yang harus diperhatikan, agar ke depan Sulbar dapat meraih prestasi yang lebih baik lagi. Kiat untuk meningkatkan prestasi tersebut, berdasarkan percikan Pemikiran Ketua Dewan Kehormatan KONI Mamuju, Herly Said, Harus dimulai dari belakang yakni cabor dan dukungan fasilitas olah raga.

” Kiat untuk meningkatkan prestasi olah raga di Provinsi Sulawesi Barat, harus dimulai dari belakang, melalui perbaikan kepengurusan Cabor, pengadaan sarana olah raga yang standar nasional, perbanyak pelatihan pelatih tiap Cabor, membina atlit berbakat sejak usia 10 keatas, pembentukan lkub di setiap Cabor, serta dukungan dana yang cukup,” Ujarnya, Sabtu(29/6/2019) via Waatshaap.

Ketua Persatuan Pentaque Sulbar ini menambahkan, saat ini di provinsi Sulbar kondisi ini belum terlihat adanya gerakan cabor menuju kesana, karena tersandung pada Masalah dasar termasuk dana dan pelatih.

“Untuk menunju PON 2020, Sulbar belum mempunyai angka pasti cabor mana yang bisa menyumbang medali, masih dalam konteks harapan, sehingga kita membutuhkan keseriusan membuat program untuk meraih prestasi, Kita harus kaji proses apa yang kita jalani untuk mewujudkan keinginan dengan kondisi yang dimiliki sekarang.,” timpalnya.

Selain hal di atas, sambung Herly, beberapa hal yang mempengaruhi pencapaian prestasi, yaitu pada umumnya atlit yang berbakat dalam usia sekolah. Hingga saat ini sebut Herly, di Sulbar belum ada kerja sama dari stakeholder terkait pemberian peluang atlit tersebut untuk memfokuskan waktunya berlatih dan berlatih di mana.

” Hal ini disebabkan Karena belum ada klub dari Cabor yang pelatihnya mempunyai kualifikasi.,” Tandas mantan Asisten I Pembkab Mateng ini.
Dia melanjutkan, Memperhatikan hasil kunjungan KONI dan Pemkab Mamuju di KONI Kabupaten Bogor Jawa Barat dengan Selasa lalu, melihat pada aspek peluang, tantangan, hambatan dan kekuatan Kabupaten Mamuju khususnya dan di Sulbar umumnya diperlukan pengkajian khusus untuk menata management organisasi dan pembinaan olah raga termasuk sumber daya pengurus harus selektif memilih sehingga bisa maksimal.

” Berpijak dari itu, maka sekali lagi kiat Untuk meraih prestasi harus melalui dukungan dana, pelatih, sarana yang standard, perbanyak ikut turnament, mindset dan skill pengurus yang handal serta dukungan lainnya,” Pungkasnya.|smd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *