Sorotan
Beranda » Hipermakes Sulbar Kritik Keras Menu MBG Bulan Puasa di Mamuju

Hipermakes Sulbar Kritik Keras Menu MBG Bulan Puasa di Mamuju

BANNIQ.Id. Mamuju. – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mamuju kembali mendapatkan sorotan tajam. Program yang digadang-gadang sebagai solusi peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut menuai protes keras dari aktivis kesehatan karena dinilai jauh dari standar kelayakan.

Seleksi Perangkat Desa Pasa’bu Disorot, Diduga Daiatur Sejak Awal

Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Kesehatan (Hipermakes) Sulawesi Barat, Muh. Ilham, secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya setelah meninjau langsung paket makanan yang dibagikan kepada para siswa. Menurutnya, komposisi makanan tersebut sangat memprihatinkan dan tidak mencerminkan “ruh” dari program gizi nasional.

“Saya sangat kecewa melihatnya dan sangat protes atas MBG yang dibagikan hanya tiga biji,” tegas Ilham, Selasa (24/2/26).

Tiga Tahun Kasus Penembakan Sekjen JMSI Tak Terungkap, Teguh Santosa: Ini Luka Demokrasi

Ia menyoroti isi paket makanan yang diterima siswa yang hanya terdiri dari tiga item yakni roti,telur dan buah rambutan, Hal ini memunculkan pertanyaan besar mengenai keseriusan pemerintah dan pihak penyelenggara dalam mencapai target perbaikan gizi anak sekolah.

Tidak hanya soal jumlah, Ilham juga mengkritik keras kinerja Satuan Pelaksana Pelaksanaan Gizi (SPPG). Ia menilai makanan yang didistribusikan cenderung berupa produk makanan kering yang minim nutrisi esensial, alih-alih makanan segar yang dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan fisik dan kecerdasan siswa.

Soroti RUU Pangan, Agus Ambo Djiwa : Regulasi Harus Tegas Bela Petani dan Rakyat

“Hipermakes terdepan dalam mengawal ini. Saya kecewa kepada SPPG yang memberikan jenis makanan kering, apalagi dengan jumlah dana yang tidak transparan,” tegasnya

Dugaan ketidaktransparanan pengelolaan dana menjadi poin krusial dalam protes tersebut. Ilham menekankan beberapa poin penting yang harus segera dibenahi:

Publik berhak mengetahui alokasi anggaran per porsi untuk memastikan kualitas makanan setara dengan dana yang dikucurkan.

Selain itu juga Perlunya pengawasan ketat agar makanan yang diberikan adalah makanan segar (fresh food), bukan sekadar camilan atau produk olahan kering.

Kemudian Mengingat Sulawesi Barat masih berjuang melawan angka stunting, kualitas makanan tidak boleh dikompromi.

Pernyataan tersebut menambah tekanan publik terhadap evaluasi pelaksanaan MBG di Sulawesi Barat, khususnya di Mamuju. Harapannya, program yang dirancang untuk mendukung kesehatan anak-anak tidak melenceng dari tujuan awalnya.

Laporan : Irham Siriwa

× Advertisement
× Advertisement