BANNIQ.Id. Batam. Badan Anggaran (Banggar) DPR RI melakukan kunjungan kerja Spesifik ke Badan Pengusahaan (BP) Batam di Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (3/7/2026).
Rombongan Banggar DPR RI dipimpin oleh Wakil Ketua Banggar dari Fraksi Partai Nasdem, Syarief Abdullah Alkadrie, dan disambut langsung oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra,di Balairungsari, Batam Centre.
Dalam kunjungan kerja ini, Banggar DPR RI juga menampung berbagai aspirasi, masukan, dan saran dari pemerintah serta para pemangku kepentingan.
Syarief Abdullah mengemukakan, sejak awal pemerintah menetapkan Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) yang diharapkan menjadi motor penggerak investasi, ekspor, industri, dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Meski demikian, Syarief mengingatkan bahwa Batam kini menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan berbagai kawasan ekonomi di ASEAN, seperti Johor-Singapore Special Economic Zone, Vietnam, Thailand, dan Malaysia.
“Oleh karena itu, penguatan kapasitas pelabuhan, modernisasi sistem logistik, digitalisasi layanan, serta integrasi kawasan industri dengan pelabuhan harus terus menjadi prioritas agar daya saing Batam tetap terjaga,” ujarnya.
Anggota Banggar dari Fraksi PDIP, Agus Ambo Djiwa, menambahkan, seluruh aspirasi yang diterima pada kunker spesifik di BP Batam ini akan menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam memperkuat sinergi antara Pemerintah dan DPR RI guna mendorong pembangunan, investasi, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik ke depan.
Pertumbuhan ekonomi 2025 mencapai 6,76 persen, melampaui rata-rata nasional 5,11 persen dan menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau.
Realisasi investasi mencapai Rp69,3 triliun, melampaui target dan mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Batam.
“Dengan keunggulan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, kami menyakini Batam akan semakin berperan sebagai pusat investasi, industri, dan penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Agus.
Mantan Bupati Pasangkayu dua periode ini menilai, Batam memiliki berbagai keunggulan strategis yang menjadikannya berpotensi sebagai pusat investasi nasional.
Letaknya yang berada di jalur perdagangan internasional, status sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB), basis industri manufaktur yang kuat, konektivitas logistik yang baik, serta akses langsung ke pasar global menjadi modal utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BP Batam menyampaikan komitmennya untuk terus mempersiapkan Batam sebagai hub ekonomi digital regional yang kompetitif dan berkelanjutan.
Demi mendukung upaya tersebut, BP Batam mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,4 triliun yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Sekitar 65 persen dari anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja publik, sedangkan 35 persen lainnya digunakan untuk mendukung program-program strategis, termasuk pengembangan infrastruktur.
Judup lebih menarik/***








