Mahasiswa Diminta Tolak Politik Uang

Hits: 3

BANNIQ.Id.Majene — Komisioner Bawaslu RI Rahmat Bagja mengimbau kepada mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) untuk tidak menerima politik uang dalam Pilkada Majene 2020. Mahasiswa juga diminta jadi wadah menyalurkan pendidikan pemilih yang sehat dan berkualitas ke Masyarakat juga lingkungannya.

Hal ini karena menurutnya, Money politik masih menjadi musuh terbesar bangsa Indonesia yang hingga kini terus berkembang, dan merembet kemana-mana. Hal tersebut diungkapkan Rahmat pada seminar Bawaslu Goes To Campus dengan bertema “Konsolidasi Demokrasi Menuju Pilkada Serentak 2020” pada Jumat, 14 Februari 2020 di Aula gedung Tasha Center Majene.

“jangan memilih hanya karena seratus ribu, jangan merusak demokrasi hanya karena uang seratus ribu,” kata Rahmat kepada ratusan peserta seminar.

Selain itu, Rahmat juga bercerita tentang usulan terhadap Majelis Ulama Indonesia dan merekomendasikan agar politik uang dimasukkan ke dalam jenis najis besar.” Ketika tahu haram, maka tidak boleh sentuh, insha Allah demokrasi kita akan lebih baik lagi,” ujarnya

Kepada mahasiswa, Rahmat berpesan dan mengajak mahasiswa bergerak ke KPU untuk meminta pelaksanaan debat kandidat Pilkada di Universitas dengan tujuan untuk mengetahui kualitas pemimpin demi terwujudnya pemilih yang berkualitas.“Minimal teman-teman tahu bahwa calon bupati anda mungkin bukan yang terbaik tapi minimal dia bisa berdebat dengan baik,” ungkapnya.

Acara ini dihadiri, Ketua Bawaslu Kabupaten Majene Sofyan Ali beserta para Komisoner, Komisioner Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Barat (KPU Sulbar), Farhanuddin, dan Wakil Rektor Unsulbar, Anwar Sulili sebagai narasumber. Serta Ketua Prodi Ilmu Politik, Muhammad, bertindak selaku moderator.

Juga hadir, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Burhanuddin, Pimpinan Bawaslu Sulbar Sulfan Sulo, Bawaslu se Sulbar dan KPU Majene.|chali.s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *