ADVERTORIAL

Peserta Fam Trip Wisata Marasa Sulbar Gali Informasi tentang Pembuatan Sarung Sutera Mandar

BANNIQ.Id.Polman.Rangkaian Kegiatan Fam Trip Wisata Marasa Sulbar Hari ini, Rabu(18/11/2020) kembali berkunjung ke Destinasi budaya yakni Pusat pembuatan Sarung Sutera Mandar di Dusun Manjopai Desa Karama Kecamatan Tinambung.

Kepada peserta Fam Trip panetteq (Penenun) Nur Aliah menjelaskan, dirinya sudah menjadi penenun selama 20 tahun.

Kunker Spesifik ke Pasuruan Bersama Komisi IV, Agus Ambo Djiwa : Swasembada Susu Tak Cukup Tambah Sapi, Pakan dan Harga Ternak Harus Diperkuat

” Saya melalukan ini turun temurun dari keluarga saya kami menenun sarung sutera Mandar ini dengan beberapa motif atau sureq Diantaranya sureq maradia, sureq komandang kodim, sure parara, sureq gantung layar dan sureq salaka, Yang banyak dipesan motitnya sureq maradia karena digunakan pada acara tertentu seperti acara pernikahan, keagamaan, dan adat,” Jelasnya.

Lebih jauh Aliah menjelaskan untuk satu sarung sutera Mandar sureq maradia, poses pekerjaannya memakan waktu sepuluh hari. Sedangkan motif yang lainnya hanya seminggu.

Akhiri Etafe di Polewali, Bupati Polman Tutup Rangkaian Sandeq Silumba 2026

Di tempat terpisah Pemilik galeri, Anisa Wahdia di Kandeapi menjadi salah satu pusat jualan berbagai kerajinan Mandar termasuk sarung sutera. Di sini juga akan ditemukan songkok Bone dan kerajinan lampu hias. Wahida mengaku untuk pemasarannya selain di wilayah Sulbar juga dipasarkan ke luar daerah seperti Jakarta dan Sumatra.

“Harga yang kami tawarkan bervariasi dari harga Rp130 hingga Rp600 ribu. Itu tergantung motif dan ukuran juga,” terangnya.

Mandarpreneur Fair 2026 Dorong UMKM Sulbar Naik Kelas dari Penguatan Kapasitas Hingga Akses Pasar dan Pembiayaan

Galerinya tersebut pernah dikunjungi oleh desainer yang juga artis ternama Ivan Gunawan. Selain itu juga kerap dikunjungi desainer ternama pada saat ada momen yang digelar Bank Indonesia.| Asd

× Advertisement
× Advertisement