Rektor IKB St.Fatimah Mamuju Koreksi Posisi Perguruan Tingginya di Urutan 12

Hits: 6

urutan Peringkat Perguruan Tinggi di Sulbar dimana STIKES St.Fatimah Mamuju(IKB St Fatimah) Berada di Peringkat 6

BANNIQ.Id.Sulbar.Peringkat Perguruan Tinggi Swasta (PTS) wilayah Sulawesi yang dirilis oleh LLDikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia belum lama ini termasuk Peringkat PTS di Sulbar yang berjumlah sekira 14 PTS dalam lingkup LLDIKTI Wil IX Sulawesi.

Rilis peringkat Perguruan Tinggi (PT ) tersebut sebagaimana diberitakan oleh salah satu media Daring menyebutkan Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) menjadi satu-satunya Kampus yang berhasil masuk dalam Klaster IV (Empat) Perguruan Tinggi dengan posisi peringkat pertama di Sulawesi Barat, Menyusul kemudian kampus lainnya di Klaster 5, diantaranya Stikes Marendeng Majene di Peringkat kedua dan Universitas Tomakaka Mamuju di Peringkat ketiga, disusul secara berurut STIE Muhammadiyah Mamuju, STIKES Biges Polman, Universitas Sulawesi Barat, STIKES Bina Bangsa Majene, STIE Yapman Majene, STISIP Biges Polman, STIKES Andini Persada Mamuju, STIMIK Hasan Sulur Polman dan Institut Kesehatan dan Bisnis St. Fatimah Mamuju.

Menanggapi posisi urutan peringkat PT di Sulbar yang telah dipublish oleh salah satu media daring ini, Penyelenggara Institut Kesehatan dan Bisnis St.Fatimah Mamuju( STIKES St.Fatimah Mamuju) yang berposisi sebagai juru kunci(urutan ke 12) dikoreksi oleh Rektor IKB St Fatimah Mamuju, Ns Andi Safriadi Darmansyah M.Kes

Menurutnya, sesuai database yang ada di LLDIKTI Wil IX IKB St.Fatimah Mamuju yang masih tercatat sebagai STIKES St.Fatimah Mamuju, meskipun SK Perubahan sudah terbit, posisi peringkatnya berada pada peringkat 6 bukan peringkat 12. Hal tersebut kata Safriadi sesuai pengecekan pada aplikasi Klasterisasi PT Kemendikbud.

” Sesuai pengecekan pada sistim Klasterisasi Perguruan Tinggi Kemendikbud, posisi Peringkat PT di Sulbar tersebut semua sudah sesuai antara rilis yang dipublish dengan data Klasterisasi di Kemendikbud, tetapi khusus Perguruan Tinggi Kami berbeda, ini kami pertanyakan darimana sumber datanya,” Ujar Safriadi.

Dia menambahkan, pihaknya menganggap koreksi terhadap data peringkat tersebut urgen dilakukan, karena hal tersebut berefek pada reputasi Perguruan Tinggi yang dibinanya.

” Kami sesungguhnya tidak mempermasalahkan hal ini, hanya kami ingin jangan sampai adalagi masalah seperti ini di masa yang akan datang, karena jelas merugikan PT termasuk PT kami, karena akan berdampak pada reputasi dan penilaian publik ,” Imbuhnya.

Selain itu sambung Safriadi, untuk tahun ini Perguruan Tinggi yang dibinanya baru berubah nama dari Sekolah Tinggi menjadi Institut, yang berarti bahwa Data kinerja PT masih menggunakan Institusi Lama yakni Sekolah Tinggi, belum dapat dijadikan acuan kalau Institut karena SKnya baru terbit

Hal tersebut relevan dengan penyampaian Sekertaris LLDIKTI Wil IX Sulawesi Drs.Lukman,M.Si. Kata dia, terkait Skoring dan Peringkat Perguruan Tinggi terutama bagi PT yang melakukan penggabungan Menjadi bentuk Institusi yang baru seperti Institut memang skor dan peringkatnya belum optimal dan tidak menggambarkan kondisi real karena datanya belum migrasi sepenuhnya dari PTS lama, Ia mencontohkan STIM Nitro yang berubah bentuk menjadi IBK Nitro.Olehnya kata dia untuk PTS Perubahan seperti IBK Nitro tidak bisa dinilai kinerjanya dengan melihat hasil data tahun ini harus ditunggu tahun depan.|asd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *