BANNIQ.Id. Mamuju. Sebagai bahagian dari fasilitator bagi peningkatan penghasilan bagi Unit Usaha Mikro,Kecil dan Menengah (UMKM) Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sulawesi Barat terus melakukan pembinaan melalui program Mandar Preneur tahun 2026.
Program baru ini dirancang untuk menjaring dan membina pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) baru yang belum tersentuh, dengan fokus pada pendampingan hingga masuk ke dalam ekosistem digital.
Demikian disampaikan oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulbar, Erdi Fiat Gumilang, pada kegiatan Sinergi dan Kolaborasi Dengaj Media (Sipakada) Pada hari Jum’at 8 Mei 2026, di Warkop Ruang Rindu Mamuju.
Erdi menambahkan, saat ijin BI Sulbar Sulbar telah melakukan program prmbinaan terhadap 30 UMKM, dan nantinya akan menjaring UMKM baru untuk bergabung dalam ekosistim BI Sulbar.
“Tahun 2026 ini kami akan menjaring UMKM-UMKM baru terutama yang belum kami sentuh untuk menjadi masuk ke dalam ekosistem kami untuk diberdayakan melalui pelatihan tata kelola keuangan karena salah satu indikator yang bisa kami intervensi yang memiliki tata kelola keuangan yang baik,” jelas Erdi.
Selain untuk pelatihan tata kelola keuangan sebut Erdi fokus pelatihan lainnya adalah mengajarkan UMKM untuk mengadopsi ekosistem digital, termasuk penggunaan QRIS.
“Salah satunya nanti di proses itu juga akan bagaimana kita ajarin mereka untuk bisa mengaksep terhadap ekosistem digital salah satunya QRIS.”imbuhnya.
Sebelumnya, masih kata Erdi dari sekitar 30an UMKM selain program binaan yang diberikan, BI juga aktif berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM setempat untuk sosialisasi dan pembinaan yang lebih luas.
” Melalui program Mandar Preneur ini , BI Sulbar berharap dapat mendorong lebih banyak UMKM naik kelas, meningkatkan tata kelola usaha, dan terintegrasi dalam sistem pembayaran digital,” pungkasnya./***








