BANNIQ.Id. Mamuju. Memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, Pengurus Persatuan Tenis Meja (PTM) Manakarra Mamuju menggelar Turnamen Mini (Turmini) Tenis Meja Kabupaten Mamuju, 15–16 Agustus 2026.
Turnamen yang berlangsung di GOR PTM Manakarra, Pasar Baru Mamuju, tersebut diikuti sekitar 20 pasangan dari dua klub, yakni PTM Manakarra dan PTM Mentari Tasiu, Kecamatan Kalukku.
Pertandingan yang mempertandingkan kelompok usia di atas umur 30 tahun itu berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kompetitif. Selain menjadi ajang mengasah kemampuan, turmini ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antaratlet tenis meja di Kabupaten Mamuju.
Pasangan Amin/Salim keluar sebagai juara pertama. Amin yang dikenal sebagai salah satu pemain dengan kemampuan khas menggunakan karet bintik bahkan mendapat julukan “Raja Bintikers Mamuju”.
Posisi juara kedua ditempati pasangan Edy/Rukman, sementara juara tiga bersama diraih pasangan Akhsan/H. Bur dan Gibe/Sultan.
Para juara selain mendapatkan trofi juga memperoleh uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mereka.
Amin yang berpasangan dengan Mursalim mengapresiasi penyelenggaraan turmini tersebut. Menurutnya, kejuaraan internal itu tidak semata-mata mengejar prestasi, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarpemain dari dua klub.
“Kami apresiasi kepada kawan-kawan yang telah melaksanakan Turmini ini. Inti dari kejuaraan internal ini lebih pada silaturahmi teman-teman PTM Manakarra dan PTM Mentari,” kata Amin.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan, khususnya dengan melibatkan lebih banyak atlet kelompok usia muda.
Menurutnya, pembinaan atlet usia muda merupakan bagian penting dalam membangun masa depan tenis meja Mamuju.
Semakin banyak ruang kompetisi yang tersedia, semakin besar pula kesempatan bagi pemain muda untuk mengasah mental bertanding, meningkatkan teknik, sekaligus menemukan pengalaman kompetitif sejak dini.
Dukungan terhadap atlet kelompok umur juga dinilai penting agar pembinaan tenis meja tidak hanya berorientasi pada kejuaraan sesaat, tetapi mampu melahirkan regenerasi atlet yang dapat membawa nama Mamuju pada berbagai ajang di tingkat provinsi maupun nasional.
“Harapan kami, kelompok anak-anak muda yang bermain tenis meja harus terus dibina dan diberi ruang untuk bertanding. Dengan kompetisi yang rutin, mereka akan semakin percaya diri dan kemampuan mereka juga akan berkembang,” ujarnya.
Turmini PTM Manakarra ini sekaligus menunjukkan bahwa semangat memajukan tenis meja di Mamuju dapat tumbuh dari klub-klub dan komunitas olahraga. Dengan pembinaan yang konsisten, dukungan terhadap kelompok umur, serta kompetisi yang berkesinambungan, potensi atlet muda Mamuju diharapkan semakin berkembang./***











