Bila Sekolah Kembali Dibuka, SMA 1 Mamuju Siap Jalankan Kebijakan

Hits: 36

Kasek SMA 1 Mamuju,Hj.Halima,S.Pd.(photo:bnq)

BANNIQ.Id. Mamuju. Menyambut persiapan pembukaan kembali sekolah untuk dilangsungkan pembelajaran secara tatap muka yang saat ini masih dalam tahap pengkajian Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar, direspon oleh Pihak SMA 1 Mamuju.

Kepala Sekolah SMA 1 Mamuju,Hj.Halima,S.Pd. Selasa (27/10/2020) mengatakan bila Pemerintah akan kembali membuka Sekolah dan kembali melangsungkan pembelajaran secara tatap muka, Sekolahnya sudah siap untuk kebijakan tersebut.

” Sekiranya memang sudah ada kebijakan dari Pemerintah dalam hal ini Pemprov Sulbar untuk membuka kembali Sekolah, kami telah siap untuk itu, kami juga telah siapakan prasarananya seperti Termogram, Hand Zanitizer dan Desinfektan,” Ujar Halima.

Meskipun selama ini pembelajran yang berlangsung secara Daring dan Luring di sekolahnya cukup baik, namun ketua Aisyiah Mamuju ini juga mengakui ketidak efektifan pembelajaran tersebut dengan berbagai kekurangan.

” Selama ini dengan pembelajaran Daring dan Luring memang cukup baik karena setiap siswa diberikan bantuan pulsa 3.5 GB, namun kendalanya bagi siswa yang tidak memiliki fasilitas Android atau tidak ada signal karena siswa tersebut berada di pelosok, ini yang menjadi kendala dan inilah salah satu yang membuat tidak efektif,” Imbuhnya.

Untuk itu sambung Halima, jika memang kebijakan pembukaan kembali sekolah tersebut betul-betul sudah bisa dilakukan tentunya dengan pengkajian dan survey dari pihak yang berwenang seperti Tim Satgas Covid 19.

” Bila rencana pembukaan sekolah tersebut akan betul direalisasikan, kami pasti siap untuk itu dengan syarat izin orang tua siswa dan adanya survey dari Tim Covid ke sekolah yang menyatakan bahwa sekolah tersebut sudah layak untuk dibuka kembali,” tandasnya.

Masih Halima, persiapan lain yang juga dilakukan pihak sekolah yakni pembuatan ribuan angket yang akan dibagikan ke orang tua siswa untuk meminta persetujuan mereka.

” Kami telah menyiapkan ribuan angket yang akan dibagikan ke orang tua siswa untuk meminta persetujuan mereka, selain itu sudah ada juga desain yang kita buat untuk mekanisme pembelajaran dalam bentuk Ship , kita akan buat dua ship dengan total jumlah siswa kami sebanyak 1063 dan pengurangan durasi waktu belajar untuk satu bidang studi dari 45 menit menjadi 35 menit,” Simpul Halima.|asd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *