Debat Publik Putaran Terakhir, Jawaban Habsi-Irwan Lebih Akurat dan Terukur

Hits: 4

BANNIQ.Id.Mamuju. Debat kandidat Pilkada Mamuju Putaran terakhir,yang berlangsung hari ini,Selasa (2/12/2020) Di Hotel Grand Maleo Mamuju tidak kalah meriahnya saat debat putaran pertama.Debat untuk putaran kedua kali ini berdasarkan pantauan Banniq.Id Paslon Habsi-Irwan jauh lebih bagus dalam memberikan jawaban.

Misalnya pada saat pertanyaan tentang Bagaimana cara mengatasi Atau menangkal berita Hoaks yang ada di daerah. Paslon Nomor 1 yang diwakili Sutinah hanya memberikan jawaban yang bersifat wacana,yakni melakukan edukasi ke masyarakat agar tidak terpengaruh dengan berita Hoaks.

Namun ketika tanggapan diberikan kesempatan ke Paslon Nomor 2 yang diwakili oleh Irwan SP Pababari penjelasannya lebih kongkrit, dengan pendekatan pembentukan kelompk imformasi masyarakat.

” Berita atau informasi Hoaks itu harus ditangkal, karena kalau tidak dapat menghancurkan sebuah negara beberapa negara di Timur tengah hancur karena berita Hoaks, untuk itu kita harus memberikan solusi yang kongkrit jangan hanya berwacana dengan melakukan edukasi kepada masyarakat namun harus ada langkah kongkrit misalnya dengan pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat,” Kata Irwan SP Pababari.

Dengan KIM tersebut,kata Irwan SP mereka akan menjadi wadah untuk menangkal berita ataupun informasi Hoaks yang berlangsung di tengah masyarakat.

Kemudian terkait issu Radikalisme, Jawaban Paslon Nomor 1 yang diwakili Habsi mengatakan upaya untuk menangkal Radiklaisme adalah meningkatkan partisipasi anggota Forum Kerukunan Umat Beragama(FKUB).

” Untuk menangkal Radiklaisme ini, kita aakn terus meningkatkan peran FKUB sebagai wadah forum lintas agama yang diharapkan menjadi lembaga yang dapat menangkal paham Radikalisme, selain itu peran TPA juga sangat dibutuhkan juga, ajakan beribadah seperti gerakan shalat Berjamaah semua itu untuk mencegah masuknya paham Radiklaisme.

Sementara Paslon Nomor 1 yang diwakili Ado Mas’ud, menanggapi dengan argumentasi bahwa paham Radiklaisme itu disebabkan oleh kekecawaan, olehnya kata dia untuk mencegah ASN Pemkab Mamuju tidak terpapar Radikalisme,makanya Pemkab harus Memperhatikan ketika menempatkan pegawai harus secara profesional dan proporsional agar tidak menimbulkan kekecewaan|asd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *