BANNIQ.Id. Mamuju. Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu(Ipmapus) kembali menggelar Aksi unjuk rasa di Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) V Sulawesi Barat, Selasa (2/6/2026).
Dalam orasinya Andriawan salah satu Demonstran meminta pihak BWS V Sulbar bersikap transparan tentang pengelolaan anggaran atas berbagai kegiatan yang dinilai banyak masalah
Demonstran menduga terdapat sejumlah program yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dan bahkan disinyalir bersifat fiktif.
Sementara itu Korlap Aksi, Akbar, menegaskan, pihaknya meminta pertanggungjawaban terbuka atas penggunaan anggaran yang selama ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.
“Kami menduga ada sejumlah kegiatan yang perlu dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik. Karena itu kami datang meminta transparansi dan penjelasan resmi dari pihak BWS Sulbar,” tegas Akbar dalam orasinya.
Selain dugaan kegiatan fiktif, massa juga menyoroti perubahan lokasi pembangunan bendungan di wilayah Tamasapi yang disebut tidak sesuai dengan titik koordinat yang telah ditetapkan sebelumnya.
Menurutnya, perpindahan lokasi proyek tersebut diduga dilakukan tanpa melibatkan pemerintah setempat maupun masyarakat yang terdampak.
“Kenapa pembangunan ini tiba-tiba dipindahkan dari titik awal tanpa musyawarah dengan pemerintah setempat dan warga sekitar? Ini yang kami pertanyakan,” ujarnya.
Aksi yang sempat ricuh dimana petugas keamanan dan Demonstran saling dorong Meski demikian, situasi akhirnya dapat dikendalikan dan demonstrasi tetap berlangsung hingga seluruh tuntutan disampaikan.
Tanggapan dari pihak BWS V atas Tudingan demonstran belum didapatkan mengingat tidak adanya pimpinan yang berada dii tempat saat demonstradi berlangsung.
” Tidak ada pimpinan kami yang bisa memberi penjelasan terkait hal ini,” ujar salah seorang staf BWS V Sulbar saat Banniq.Id. ingin meminta penjelasan terkait masalah yang disampaikan demonstran.








