BANNIQ.Id. Tinambung. Kongres Rakyat Balanipa yang berlangsung di Ponpes Darul Mahfuz Lekopa’dis Tinambung dari tanggal 2 hingga 4 April 2026, dihadiri sejumlah tokoh termasuk 2 tokoh penting terbentuknya Provinsi Sulbar, Dr.Rahmat Hasanuddin Ketua KAPP Sulbar, dan H.Syahrir Hamdani ketua Tim lobby dan ketua Pokja Polmas.
Pada kegiatan simposium ilmiah sebagai salah satu rangkaian acara, Syahrir Hamdani mengurai jejak dan kronika awal perjuangan pembentukan Sulbar yang sarat konflik internal karena memang komunitas Pejuang pembentukan provinsi Sulbar terdapat beberapa faksi di dalamya baik secara ideologi organisasi eksternal para pejuangnya maupun pertarungan posisi untuk penempatan ibukota, namun itu menjadi kekuatan tersendiri yang tak menurunkan semangat perjuangan.
” Perjuangan Sulbar penuh kronik dan tantangan di awal diperjuangkannya, baik dari elemen pejuang yang bearasl dari latar organisasi yang berbeda-beda sehingga mau tidak mau ada faksi, hingga pertarungan perebutan posisi Calon Ibukota, sabam hari saya ditelfon kanda Ruhul karena ada kelompok mahasiswa Mandar di jakarta mengatakan ada kesepakatn Majene sebagai Ibukota, saya jawab diplomatis itu pernyataan orang “tialale”,terburu-buru mau jadi Sulbar,” jelas Syahrir Hamdani.
Belum lagi kata Syahrir, klaim sekelompk organisadi paguyuban mandar di Jakarta, yang seolah memiliki kemampuan untuk mengurus proses Perjuangan Sulbar, sehingga untuk kelompok pejuang Di Makassar sampai di Makasar saja nanti dilanjutkan elemen pejuang di Jakarta, yang faktanya juga lemah jaringan tokoh elit nasional yang dapat memengaruhi proses percepatan pembentukan Sulbar.
” Dipahami bahwa teman Paguyuban, Mandar ini menetap di Jakarta, tetapi lemah networking tokoh elit yang dapat mempengaruhi percepatan pembentukan Provinsi Sulbar, maka atas dasar itu ditentukan tim Loby yang stanbye di Jakarta sebagai mediator komunikasi ke jaringan tokoh yang dapat mempercepat terbentuknya Sulbar,” Kenang mantan Anggota DPRD Sulbar Periode 2019-2024 ini.
Dari beragam catatan yang menjadi romantika perjuangan pembentukan Sulbar diatas dan masih banyak riak lainnya yang dapat disebutkaj satu persatu, sebagai energi dan pemompa semangat yang kemudian ujungnya telah melahirkan Provinsi ke 33 di Indonesia dapat menjadi resonansi untuk mewujudkan DOB Balanipa meskipun ruang dan kepentingan yang jauh berbeda.
” Dalam konteks perjuangan pembentukan Kabupaten Balanipa tak ada tokoh nasional yang berkepentingan terhadap Balanipa, Beda dengan era sulbar diperjuangkan ada tokoh mau gubernur, parpol, dan bahkan capres berkepentingan terhadap Sulbar,” Jelas SH sapaan Karib Syahrir Hamdani.
Tentang semangat perjuangan pembentukan Kabupaten Balanipa yang sejak tahun 2008 sudah diderek oleh KAPP Balanipa yang Dikomandani Mujirin M Yamin, bersama Masri Bahri, Lukmanul Hakim didukung Ketua dan anggota Pokja di masing-masing kecamatan calon wilayah administraif Kabupaten Balanipa sebagai mesin penggerak yang membawa lokomotif perjuangan Kabupaten Balanipa yang falam keyakinannya akan segera terbentuk.
” Saya apresiasi semangat dan totalitas pejuang kabupaten Balanipa yang telah berproses hingga saat ini sejak.tahun 2008, tetap berjuang jangan pernah surut, jangan berfikir moratorium belum dibuka, kalau kita Ikhlas berjuang seperti Sulbar dulu maka Allahlah yang akan membukukan,” tandas Rahmat yang Diamini ribuan peserta kongres./***







