BANNIQ.Id. Tinambung. Balanipa sebagai sebuah imperium yang telah mengukir kebesarannya di masa lalu sebagai kerajaan yang mempersatukan Kerajaan-kerajaanndi Jazirah mandar dalam sebuah konfederasi Pitu Babana Binangna dan Pitu Ulunna Salu dalam Perjanjian Tammajarra dengan konsep Sipamandaq (Saling menguatkan).
Di Pitu Babana Binanga Arayang Balanipa adalah Ama( bapak) dari Enam kerjaan lainnya yakni Sendana(Ibu) Banggae, Pamboang, Tapalang, Mamuju dan Binuang, masing-masing Sebagai Anak.
Sebagai ama, Arayang Balanipa kerap jadi tempat bertimbang, penasehat , penengah dan pemberi solusi ketika 6 kerajaan lainnya tengah menghadapi persoalan di kerjaannya.
Dari jejak kebesaran ini, secara histori Balanipa sejatinya kembali bangkit di konteks kekinian untuk menjadi satu daerah Otonom Baru.(DOB).
Perjuangan pembentukan Kabupaten Balanipa adalah perjalanan panjang yang sarat dengan sejarah, pengorbanan, serta tekad kolektif untuk mewujudkan kemandirian, keadilan, dan kesejahteraan bagi masyarakat. Ini bukan hanya tentang pemekaran wilayah, tetapi tentang menjaga marwah adat, memperkuat identitas Mandar, serta menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat dan berpihak kepada rakyat.
Dalam pandangan Raja Balanipa Paduka Yang Mulia (PYM) H. Bau Arifin Malik momentum Kongres Balanipa Mandar ini, arayang bersama arayang Towaine hadir dan ada bersama para pejuang yang tergabung dalam KAPP Balanipa.
” Kami menegaskan dukungan penuh terhadap terwujudnya Kabupaten Balanipa sebagai wujud penghormatan terhadap sejarah perjuangan para pendahulu, sekaligus sebagai langkah strategis untuk masa depan yang lebih baik bagi generasi yang akan datang,” tegas PYM H. Bau Arifin Malik, Sabtu(4/4/26).
Dukungan dan apresiasi setinggi-tingginya yang diberikan oleh Arayang berikut anggota Hadat Appeq Banua Kayyang dan Sappulo Sokkoq bukan sekedar seremoni.
“Kehadiran kami dalam pelaksanaan Kongres Balanipa ini, bersama Arayang Towaine Balanipa serta seluruh perangkat adat, yang terdiri dari “Appe’ Banua Kaiyyang dan Sappulo Sokko”, bukan sekadar kehadiran
seremonial, melainkan sebuah penegasan sikap dan komitmen terhadap cita-cita besar yang telah lama diperjuangkan oleh masyarakat,” Imbuh PYM H.Bau Arifin Malik.
Ditambahkan, Penyelenggaraan Kongres Rakyat Balanipa pada tanggal 2 s.d. 4 April 2026 di Lekopadis, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar oleh Komite Aksi Pembentukan (KAP) Balanipa yang diketuai oleh Bapak Mujirin M. Yamin merupakan bagian dari rangkaian
perjuangan panjang yang lahir dari semangat yang tidak pernah padam, dan akan terus digelorakan dari generasi ke generasi.
“Kami, segenap pemangku adat dalam jajaran Masyarakat Adat Balanipa, bersama Mara’dia Arajang Balanipa, menyatakan dukungan dan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranyakongres ini, Kehadiran dan keterlibatan kami bukan sekadar bentuk partisipasi, tetapi merupakanwujud komitmen yang tulus untuk terus mengawal dan memperjuangkan cita-cita besar terbentuknya Kabupaten Balanipa,” Tegas PYM H. Bau Arifin Malik.
Dijelaskan, Perjuangan ini sejatinya bukanlah hal baru. Ia telah berakar kuat dalam sejarah dan pesan para pendahulu. Hal ini sejalan dengan amanah Mara’dia Arajang Balanipa ke-54, H. Abdul Malik Pattana Endeng, dalam rapat bersama Dewan Pendiri Lembaga Kerapatan Masyarakat Adat Budaya Balanipa Mandar (LKMAB-BM) pada bulan Mei tahun 2000, yang menegaskan bahwa pendirian Lembaga Adat Balanipa tidak hanya bertujuan untuk melestarikan adat dan budaya, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung perjuangan pembentukan Provinsi Sulawesi Barat serta berdirinya Kabupaten Balanipa (Drs. H. Adnas Jalil, M.Si. Pa’bicara Kenje
sekaligus Sekertaris Umum Harian LKMAB-BM).
Oleh karena itu, melalui momentum Kongres Rakyat Balanipa ini, dirinya menyampaikan pesan dan harapan agar perjuangan ini benar-benar menjadi perjuangan bersama seluruh komponen masyarakat baik yang berada di dalam maupun di luar wilayah Balanipa.
” Perjuangan ini menuntut tekad yang kuat, persatuan yang kokoh, serta kebersamaan yang tidak tergoyahkan. Kita juga patut mengambil pelajaran berharga dari perjalanan pada tahun 2013, ketika perjuangan pembentukan Kabupaten Balanipa hampir mencapai hasil, namun belum mendapatkan restu dari Allah SWT,” Ujarnya.
Dari sana kata PYM H. Bau Arifin Malik kita belajar bahwa setiap perjuangan memerlukan kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan hati, sebagaiman yang pernah disampaikan Drs. H. Adnas Jalil, M.Si. sebagai Pa’bicara Kenje sekaligus Sekertaris Umum Harian LKMAB-BM).
“Muaq Purai dipobamba Pemali dipippondo’i. Muaq Purai Dipalandang Pemali dili’ai. Takkalai Disombalang Dotai Lele Ruppu Dadzi Lele Tuali, yang juga disampaikan Syamsuddin Ahmad, SE. “Annangguru Joa’ Matoa Balanipa” sekaligus Ketua Badan Pembina/Pengawas LKMAB).
“Dengan doa yang telah dipanjatkan bersama dalam Kongres Rakyat ini, kita berharap dan memohon ridha Allah SWT, semoga Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Balanipa segeraterwujud. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin,” harapnya../***







