Komoditas Pisang Sulbar Siap Rambah Pasar Mancanegara

Preparing perlakuan pasca panen, menunda kematangan buah pisang(photo:Distanak Sulbar)

BANNIQ.Id.Sulbar. Salah satu komoditas andalan yang dimiliki oleh Provinsi Sulawesi Barat dan sangat potensial pengembangannya, yakni Komoditas buah pisang, yang sejak lama telah dipasarkan ke beberapa pulau di Indonesia, dan belakangan telah diekspor ke luar negeri salah satunya ke Singapura.

Disampaikan Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran hasil tanaman pangan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sulbar, Ir.Ramliah, Minggu(16/6/19), selama ini komoditas pisang Sulbar yang dipasarkan ke Luar negeri, dikemas di Makassar dan berlabel Produk Sulsel, tetapi kordinasi yang dilakukan ke balai besar karantina makassar, Sulbar sudah bisa melakukan ekspor langsung.

” Sekarang kita bersama Karantina Mamuju, mau melepas eksport langsung karena selama ini pisang kita penanganan pasca panen dan pengemasannya dilakukan di Makassar sehingga berlabel produk Sulsel, tetapi kordinasi yang kita lakukan ke Balai besar Karantina Makasar membuahkan hasil, kita akan melakukan eksport sendiri berlabel pisang kepok Sulbar, yang tentunya akan diawali dengan pengiriman sampel perlakuan pasca panen penundaan kematangan buah pisang,” Paparnya.

Guna memaksimalkan pemasaran pisang Sulbar tersebut ke Luar Negeri Sambung Ramliah, Pihak Distanak telah mempersiapkan berbagai kegiatan pendukung termasuk sokongan anggaran yang telah dibicarakan dalam Musrembang tahun lalu.

” Kami selaku pihak yang bertanggung jawab untuk menangani pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, akan terus mengawal kegiatan ini termasuk penganggarannya, yang sudah kami sampaikan di Musrembang tahun lalu,” Timpal Alumni Teknologi hasil Pertanian (Tekper) Faperta Unhas ini.


Kegiatan aspek Pendukung lainnya yang disiapkan oleh Distanak Sulbar untuk memaksimalkan pengolahan dan pemasaran pisang Sulbar Sebut Ramliah, yakni rencana pengelolaan Rumah kemas pisang yang saat ini dalam proses penelitian ilmiah untuk mendukung realisasi pengadaan Rumah kemas tersebut.

” Sekarang kita berjuang cari anggaran untuk mengelola Rumah kemas pisang, Ini sementara menyusun tesis penelitian ‘” Strategi pengembangan agribisnis Tepung pisang berbasis Business Plan di Kabupaten Mamuju, do’a kan bisa rampung Tahun ini,” Pungkasnya.|Nn.s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *