Kurangi Dampak Covid 19 di Beberapa Provinsi di Indonesia, Uni Eropa dan Hivos Luncurkan Proyek Action

Hits: 12

BANNIQ.Id.Makassar.Sebagai upaya dalam menanggapi dampak COVID-19, Hivos bersama dengan lima anggota konsorsium yakni CISDI, KAPAL Perempuan, PAMFLET, PUPUK, dan SAPDA secara virtual meluncurkan proyek Active Citizens Building Solidarity and Resilience in Response to COVID- 19 (ACTION).

Direktur Kapal Perempuan sebagai Salah satu anggota konsorsium , Ulfa Kasim mengatakan, Proyek ini dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi organisasi masyarakat sipil dalam mencegah, menanggulangi, serta memitigasi risiko dan kerentanan yang ditimbulkan oleh krisis COVID-19 dan untuk memastikan bahwa kelompok rentan dan terpinggirkan di Indonesia memiliki akses yang sama dalam program pemulihan sosial dan ekonomi akibat pandemi.

Acara tersebut sambung Ulfa, dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, perwakilan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Sosial, Satgas Percepatan Penanganan COVID-19, Youth Interfaith Forum on Sexuality, organisasi masyarakat sipil, puskesmas, sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dan media. Uni Eropa diwakili oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia.

“Proyek ACTION ini akan beroperasi di 15 kecamatan dan 40 desa di DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan. Wilayah tersebut termasuk di antara 10 provinsi teratas di Indonesia dengan beban kasus yang meningkat dan secara signifikan terkena dampak pandemi,” Ujar Ulfa.

Dia menambahkan beberapa daerah tersebut memiliki kepadatan penduduk, angka kemiskinan yang tinggi, kekerasan terhadap perempuan yang meningkat selama masa pandemi COVID-19 serta jumlah kelompok rentan yang banyak. Oleh karenanya membutuhkan bantuan untuk pengurangan risiko penularan COVID-19 dan pemulihan sosial dan ekonomi.

Proyek ACTION dijadwalkan akan selesai pada tahun 2022 sambung Ulfa, dan akan bekerja dalam dua tahap. Fase pertama akan berfokus pada respons awal terhadap pandemi dan fase kedua akan menangani dampak sosial dan ekonomi.

Masih Ulfa, Masing-masing mitra, dengan kapasitasnya, diharapkan dapat meningkatkan ketahanan dan solidaritas kelompok sasaran, yaitu perempuan, penyandang disabilitas, lansia, pemuda, petani, buruh tani, dan produsen skala kecil dalam merespon dampak pandemi akan tercapai.

“CISDI akan menjangkau kelompok sasaran mulai dari sektor kesehatan hingga peningkatan ekonomi. KAPAL Perempuan akan memperkuat kelompok sasaran yaitu perempuan dan kelompok rentan, untuk mengatasi ancaman kekerasan terhadap perempuan selama masa pandemi dan menguatkan ketahanan ekonominya,” Tegasnya.

Selanjutnya PAMFLET lanjut Ulfa, akan mendorong generasi muda untuk bangkit dari pandemi dan membangun kerjasama dengan kelompok masyarakat yang kesulitan dalam menjangkau akses pelayanan publik. Sementara PUPUK akan membantu para pengusaha mikro dan kecil (UKM) yang terdampak untuk membangun kembali usaha mereka.

Dan yang terakhir, SAPDA kata Ulfa akan membantu penyandang disabilitas dalam menghadapi tantangan yang kompleks sebagai dampak pandemi dan memberikan bantuan yang diperlukan.|asd

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi: Yesua YDK Pellokila | ACTION Project Manager, Hivos SEA | ypellokila@hivos.org|asd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *