Statistik

Dinamika Ekonomi Sulbar Triwulan I-2026,Pertumbuhan Moderat di Tengah Fluktuasi Sektoral dan Tekanan Musiman

BANNIQ.Id. Mamuju. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat mencatat perekonomian Sulawesi Barat pada triwulan I-2026 tumbuh sebesar 5,33 persen (year-on-year) dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp17,78 triliun (ADHB) dan Rp9,67 triliun (ADHK).

Melalui Press Release Berita Resmi BPK, selasa 5 Mei 2026 Kepala Perwakilan BPS Sulbar Suri Handayani menyampaikan meskipun dengaj nilai PDRB tersebut Namun, secara quarter-to-quarter (q-to-q) terjadi kontraksi sebesar 5,58 persen, mencerminkan pola musiman pasca akhir tahun.

Inflasi Sulbar April 2026 Terkendali di 1.66 Persen,Mamuju Tertinggi

Struktur ekonomi Sulawesi Barat masih didominasi oleh tiga lapangan usaha utama, yakni pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan dengan kontribusi kumulatif sebesar 68,47 persen.

Di antara sektor dominan tersebut, industri pengolahan mencatat pertumbuhan tertinggi (5,43 persen), sementara sektor akomodasi dan makan minum mengalami lonjakan signifikan hingga 33,85 persen, didorong oleh ekspansi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Massifkan Sosialisasi untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026,BPS Sulbar Laksanakan Program “SEnggol”

Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi didukung oleh peningkatan aktivitas pertanian melalui panen raya padi dan produksi jagung, serta ekspansi subsektor perkebunan seperti kelapa sawit dan kelapa dalam.

Subsektor peternakan juga tumbuh seiring meningkatnya permintaan daging ayam dan telur. Selain itu, sektor pertambangan dan penggalian mengalami akselerasi akibat tingginya permintaan material galian C untuk kebutuhan ekspor.

Reviu Standar Pelayanan 2026, BPS Sulbar Gelar FKB Bersama Stake Holder

Sebaliknya, perlambatan terjadi pada komoditas kakao dan cengkeh serta sektor perikanan yang terdampak cuaca buruk pada awal tahun.


Dari sisi pengeluaran sebut Suri, konsumsi rumah tangga meningkat signifikan seiring momentum Ramadan dan Idulfitri, didukung pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN serta peningkatan pendapatan sektor pertanian.

Mobilitas masyarakat juga mengalami peningkatan, tercermin dari kenaikan aktivitas transportasi udara, darat, dan laut, serta pertumbuhan kunjungan wisata domestik.

Realisasi investasi menunjukkan dinamika yang beragam. Peningkatan terjadi pada belanja modal infrastruktur melalui APBN serta investasi nonbangunan seperti program penanaman kakao dan replanting sawit. Namun, realisasi APBD mengalami kontraksi, dan pertumbuhan investasi secara keseluruhan masih terbatas karena hanya terkonsentrasi di dua wilayah, yakni Mamuju dan Mamasa.

Dari sisi harga, inflasi tetap terkendali pada level 2,94 persen (y-on-y) pada Maret 2026. Kebijakan pemerintah, termasuk operasional SPPG yang telah mencapai 161 unit, memberikan dampak positif terhadap penciptaan output ekonomi dan lapangan kerja. Namun demikian, penutupan sementara sebagian SPPG serta penyesuaian kebijakan fiskal daerah seperti pembatasan THR dan pemotongan TPP menjadi faktor penahan akselerasi ekonomi.

Secara keseluruhan, kinerja ekonomi Sulawesi Barat pada triwulan I-2026 menunjukkan ketahanan yang moderat, dengan dorongan kuat dari sektor riil berbasis sumber daya lokal, namun tetap menghadapi tantangan dari sisi distribusi investasi, volatilitas produksi komoditas tertentu, serta faktor kebijakan fiskal daerah./***

× Advertisement
× Advertisement