ADVERTORIAL
Beranda » Lima Juta Bibit Kakao untuk Polman di Tahun 2026, Harapan Baru Dongkrak Produksi dan Kesejahteraan Petani

Lima Juta Bibit Kakao untuk Polman di Tahun 2026, Harapan Baru Dongkrak Produksi dan Kesejahteraan Petani


BANNIQ.Id. Polewali. Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) pada Tahun Anggaran 2026 menyiapkan bantuan jutaan bibit tanaman perkebunan, salah satunya komoditas kakao. Kabupaten Polewali Mandar menjadi salah satu daerah penerima bantuan terbesar dengan alokasi sebanyak 5 juta bibit kakao untuk pengembangan lahan seluas 5 ribu hektare yang tersebar di 15 kecamatan penghasil kakao di Polman.

Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, menyampaikan apresiasi kepada Kementan RI atas dukungan tersebut saat meninjau area pembibitan kakao di Dusun Basseang, Kecamatan Anreapi, Rabu (6/5/2026).

Samsul Mahmud Pastikan Rehab Irigasi Paku Dimulai, Dorong Peningkatan Produksi Pertanian

Kunjungan itu turut didampingi Kepala Dinas Pertanian Jumadil dan Kepala Bidang Perkebunan Dahlia.

“Kami mengapresiasi Kementan RI atas bantuan bibit kakao sebanyak 5 juta bibit dengan luasan lahan mencapai 5 ribu hektar, Semoga bantuan ini mampu meningkatkan produktivitas kakao petani di Polman, apalagi saat ini harga kakao sangat baik, mencapai Rp65.500 per kilogram,” ujar Samsul Mahmud.

Tingkatkan Kapasitas Tata Kelola Keuangan, BI Sulbar Berdayakan UMKM Melalui Program Mandar Preneur

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi angin segar bagi para petani kakao di Polewali Mandar yang selama ini menjadikan kakao sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.

Dengan kualitas bibit yang baik dan dukungan pemerintah pusat, diharapkan produksi kakao Polman semakin meningkat dan mampu mendongkrak kesejahteraan petani.

BI Sulbar Baca Arah Ekonomi 2026, Stabilitas Terjaga,Pertumbuhan Tetap Positif

Sementara itu, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Polman, Dahlia, menjelaskan secara trknis seluruh proses pengadaan bantuan bibit merupakan tanggung jawab penuh Kementan RI, mulai dari anggaran, volume bantuan, hingga sistem pengadaannya.

“Program bantuan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kementan, Kami di daerah hanya menyiapkan lokasi penerima bantuan dengan syarat kelompok tani penerima sudah terintegrasi dalam aplikasi Simluhtan (Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian),” jelas Dahlia.

Ia menambahkan, Kementan juga menerapkan persyaratan ketat untuk menjamin kualitas bibit yang akan disalurkan kepada petani.

“Kementan sangat ketat dalam pengadaan bibit. Bibit yang digunakan harus bersertifikat agar kualitas dan produktivitasnya terjamin,” imbuhnya.

Saat ini, proses pembibitan masih berada pada tahap sambung pucuk. Setelah seluruh tahapan selesai, bantuan bibit kakao tersebut diperkirakan mulai disalurkan kepada kelompok tani penerima pada Agustus mendatang.

“Bibit saat ini masih dalam proses sambung pucuk. Setelah seluruh rangkaian selesai, baru akan disalurkan kepada kelompok tani penerima bantuan, sekira bulan Agustus,” pungkas Dahlia.

× Advertisement
× Advertisement