CEREMONY

Penguatan Bidang Kebudayaan, Begini Program Assami Bila Diberi Amanah Memimpin Polman Masa Bakti 2025-2030

BANNIQ.Id. Polman Permasalahan kebudayaan mendapat perhatian penting dalam debat kandidat Pilkada Polman 2024 putaran pertama, Rabu (6/11/2024).

Data SE 2026 Jadi Fondasi Kebijakan, BPS Sulbar : Statistik Bukan Hanya Milik BPS

Para panelis yang merupakan akademisi dan praktisi profesional melihat urgensi tindakan pemerintahan daerah terhadap kebudayaan dengan dimunculkannya Ranperda terkait Bahasa Mandar.

“Masuknya Ranperda kebudayaan Mandar dalam sub tema debat kandidat Pilkada Polman menunjukkan urgensi kebijakan politik untuk memaksimalkan upaya pelestarian kebudayaan lokal sebagai identitas daerah sekaligus khazanah kebudayaan Indonesia.” Ujar Samsul Mahmud.

Baru Pertama Kali Bertemu Dandim 1402 Polman dan Puang Limboro Akrab Seperti Sahabat Lama

Calon Bupati nomor urut 1 ini berkomitmen akan mempercepat pengesahan Perda Bahasa Mandar sekaligus Juknis program turunannya.

“Terkait Ranperda Bahasa Mandar, Assami akan mendorong percepatan pengesahan Perda Bahasa Mandar dan Juknis turunannya bisa dimasukan dalam kurikulum Mulok ataupun penerapan sehari berbahasa daerah Mandar, Bugis, Jawa Mamasa, Pattae dan lainnya dalam pelayanan kantor-kantor pemerintah.” Ucap Samsul.

Silaturrahim Kerapatan Hadat Balanipa dengan TNI Perkuat Sinergi Berbasis Kearifan Lokal

Samsul Mahmud berkomitmen memaksimalkan pelestarian kebudayaan lokal secara menyeluruh lewat program yang sudah disusunnya bersama Wakilnya.

“Program Assami menyeluruh dan relevan dengan urgensi pelestarian budaya. Assami sudah merancang program zonasi pelestarian budaya sejalan dengan RPJPD, RPJMD dan RKPD 2025. Revitalisasi bidang kebudayaan Assami garis besarnya dalam segmen pelestarian Budaya Tradisional terintegrasi menjadi zona Pariwisata Budaya Tradisional.”

“Pariwisata Budaya Tradisional Mandar di Kecamatan Tinambung, Limboro, Balanipa, Alu, Campalagian, Luyo, dan Tubbi Taramanu dan Pariwisata Budaya Tradisional Jawa di Kecamatan Wonomulyo.” Imbuhnya

Lebih lanjut, Samsul Mahmud akan mengembangkan situs-situs sejarah menjadi referensi akademis.

“Kalau lebih diperluas lagi, wawasan kebudayaan kita sangat berkaitan dengan sejarah. Karenanya situs-situh sejarah sudah sangat perlu direvitalisasi sekaligus menjadi referensi penelitian akademis. Kawasan Situsnya kita rekonstruksi sambil mendorong intensitas penelitian dan penulisan buku-buku ilmiahnya.” Pungkas Samsul.|***

× Advertisement
× Advertisement