CEREMONY

Sarasehan Organda Se-Sulawesi di Mamuju Bahas Masa Depan Transportasi dan Keselamatan Angkutan Umum


BANNIQ.Id. Mamuju. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Sarasehan DPD Organda se-Sulawesi Koordinator Wilayah (Korwil) V, Kamis, 10 September 2026, di Matos Hotel Mamuju.

Kegiatan tersebut menjadi forum untuk memperkuat koordinasi antar-Organda di wilayah Sulawesi sekaligus membahas berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi dunia angkutan umum, khususnya Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

Muliadi Bintaha Gerak Cepat Susun Kepengurusan Golkar Majene, Hari Ini Rapat Tim Formatur

Sarasehan dibuka secara resmi Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Dr. Junda Maulana, yang mewakili Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka. Kegiatan ini juga dihadiri Direktur Jenderal Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan secara virtual, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Sulawesi Barat Ahmad Rezy Setiawan, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Perhubungan (Perkimtamhub) Sulawesi Barat Ma’dareski Salatin, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organda Prof. Dr. Syamsuddin Baco, serta para ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda se-Sulawesi Barat.

Ketua panitia, H. Hasanuddin, SH., MH., mengatakan, sarasehan tersebut dirancang sebagai ruang untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar-Organda se-Sulawesi, sekaligus menyamakan persepsi terkait penyelenggaraan angkutan umum, baik AKAP maupun AKDP.

PP LIDMI Dorong Peran Pemuda Muslim Menyongsong Kebangjitan Peradaban

“Forum ini menjadi momentum untuk meningkatkan koordinasi Organda se-Sulawesi dan menyamakan persepsi dalam pengelolaan angkutan umum, khususnya AKAP dan AKDP. Kita juga ingin mengurai berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi pengusaha angkutan umum di lapangan,” kata Hasanuddin.

Menurut dia, salah satu agenda penting yang dibahas dalam sarasehan adalah identifikasi operasional angkutan umum di wilayah Sulawesi. Hal itu dinilai penting untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi angkutan darat, termasuk berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha.

Agus Ambo Djiwa Dukung Katinting Race, Dorong Tradisi Bahari Pasangkayu Jadi Ikon WisataNaskah hasil penyuntingan:

“Identifikasi operasional angkutan umum di Sulawesi menjadi salah satu hal penting yang perlu kita bahas bersama. Dengan mengetahui persoalan di lapangan, kita bisa mencari solusi secara bersama-sama dan menyampaikannya kepada pemerintah sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan,” ujarnya.

Hasanuddin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelaksanaan sarasehan tidak terlepas dari dukungan para pengusaha Perusahaan Otobus (PO), donatur, panitia, Kepala BPTD Kelas III Sulawesi Barat, serta Kepala Dinas Perkimtamhub Sulbar.

“Pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan dari para pengusaha PO, donatur yang memberikan bantuan secara sukarela dan tidak mengikat, partisipasi panitia, serta dukungan dari Kepala BPTD Kelas III Sulbar dan Kepala Dinas Perkimtamhub Sulbar. Untuk itu kami menyampaikan terima kasih atas seluruh dukungan yang diberikan,” tutur Hasanuddin.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Organda Prof. Dr. Syamsuddin Baco menilai Sarasehan DPD Organda Korwil V Sulawesi merupakan forum penting untuk mempertemukan berbagai pemikiran, gagasan dan pengalaman dari pengurus Organda maupun para pelaku usaha transportasi.

“Ini merupakan forum yang sangat penting untuk saling bertukar ide, gagasan dan pengalaman dalam membina serta mengelola Organda. Kita berharap forum ini tidak berhenti pada pertemuan, tetapi menghasilkan gagasan yang dapat memberikan manfaat bagi perkembangan angkutan umum di Sulawesi,” kata Syamsuddin.

Menurut Syamsuddin, tantangan yang dihadapi dunia transportasi saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan satu dekade lalu. Perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi telah mengubah pola layanan serta perilaku masyarakat dalam menggunakan jasa transportasi.

“Sepuluh tahun lalu situasinya berbeda dengan sekarang. Saat ini kita memasuki era digitalisasi, termasuk dalam dunia transportasi. Penggunaan aplikasi dan teknologi informasi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan juga memengaruhi pola bisnis transportasi,” jelasnya.

Karena itu, ia berharap sarasehan tersebut dapat menjadi ruang untuk membicarakan berbagai tantangan baru yang muncul seiring perkembangan teknologi, sekaligus mencari strategi agar Organda dan para pelaku usaha angkutan umum dapat beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Kita harus mampu melihat perkembangan ini sebagai tantangan sekaligus peluang. Organda harus mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi tanpa mengabaikan aspek pelayanan, regulasi dan terutama keselamatan penumpang,” ujarnya.

Membuka kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Dr. Junda Maulana menegaskan pentingnya peran Organda sebagai wadah berhimpun para pengusaha angkutan umum, baik AKAP maupun AKDP.
Menurut Junda, keberadaan organisasi tersebut memiliki posisi strategis karena sektor transportasi tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah.

“Organda memiliki peran yang sangat penting sebagai wadah berhimpun para pengusaha angkutan umum, baik AKAP maupun AKDP. Karena itu, komunikasi dan koordinasi antara Organda dengan pemerintah harus terus diperkuat,” kata Junda.

Namun demikian, Junda menekankan bahwa aspek keselamatan harus tetap menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan jasa angkutan umum.

“Yang lebih penting untuk selalu menjadi perhatian adalah bagaimana organisasi dan para pelaku usaha angkutan senantiasa berorientasi pada keselamatan. Jangan sampai aspek bisnis mengalahkan kepentingan keselamatan masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi,” tegasnya.

Junda juga menyebut sektor jasa transportasi memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat. Berdasarkan data yang disampaikannya, sektor jasa transportasi memberikan kontribusi sekitar 1,47 persen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, meskipun perekonomian Sulbar masih didominasi sektor pertanian dan perkebunan.

“Pertumbuhan ekonomi di Sulbar turut disumbang dari sektor jasa transportasi, yakni sekitar 1,47 persen, meskipun masih didominasi oleh sektor pertanian dan perkebunan. Ini menunjukkan bahwa transportasi memiliki peran dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat,” jelas Junda.


Ia berharap sarasehan tersebut tidak sekadar menjadi forum silaturahmi dan pertukaran gagasan, tetapi juga menghasilkan rumusan terhadap berbagai persoalan transportasi yang dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah.
“Melalui sarasehan ini kita berharap berbagai permasalahan yang dihadapi Organda dapat dikaji secara bersama-sama. Hasil kajian dan rekomendasinya nantinya dapat disampaikan kepada pemerintah sebagai bahan evaluasi dan dalam merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan moda transportasi darat di Sulbar,” pungkasnya.

Dengan demikian, Sarasehan DPD Organda Korwil V Sulawesi di Mamuju diharapkan menjadi salah satu langkah memperkuat sinergi antara pemerintah, Organda dan para pelaku usaha transportasi dalam membangun sistem angkutan darat yang lebih aman, tertib, adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan Sulawesi./***

× Advertisement
× Advertisement