BANNIQ.Id. Polman. Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Polman melalui investigasi pascakebakaran, pemetaan lahan terdampak, validasi data, sosialisasi peringatan dini, serta penguatan koordinasi lintas instansi.
Kegiatan tersebut dilakukan di sejumlah wilayah sejak 3 hingga 10 September 2026, melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Basarnas, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat. Langkah ini dilakukan agar penanganan kebakaran tidak berhenti pada pemadaman, tetapi dilanjutkan dengan pendataan, penyelidikan awal, pemulihan, dan pencegahan.
Hasil investigasi mencatat sejumlah kejadian kebakaran, antara lain di Desa Baru, Kecamatan Luyo, dengan luas lahan terdampak sekitar 20,88 hektare pada 2 September 2026. Kebakaran juga terjadi di Desa Mapilli Barat seluas 0,5 hektare dan Dusun Bonra II, Desa Bonra, sekitar 2,35 hektare. Seluruh kejadian tersebut telah selesai ditangani.
Di Kecamatan Campalagian, tim melakukan verifikasi kebakaran permukiman dan lahan di Desa Kenje serta kebakaran kawasan hutan bambu di Desa Padang Timur. Kebakaran hutan bambu pada 8 September 2026 berdampak sekitar satu hektare dengan estimasi kerugian sementara mencapai Rp400 juta. Sementara di Dusun Buttu Dakka, Desa Dakka, Kecamatan Tapango, dua titik kebakaran pada 8 September berdampak sekitar satu hektare dan 0,01 hektare. Penyebab sejumlah kejadian masih dalam penyelidikan.
Pada 10 September, penguatan koordinasi dilanjutkan di Kecamatan Balanipa dan Tinambung, termasuk Desa Bala, Pallis, Tamanggalle, Batulaya dan Kelurahan Tinambung. Di Desa Pallis, salah satu kebakaran tercatat meluas hingga sekitar 22 hektare, sementara di Batulaya kebakaran di Buttu Ciping berdampak sekitar dua hektare dan Buttu Siwang sekitar 22 hektare. Tim juga memperbarui kontak person Satgas serta memetakan kebutuhan dukungan di lapangan.
Koordinasi dengan Manggala Agni turut dilakukan untuk mencocokkan data kejadian, memetakan kekuatan personel, menginventarisasi sarana-prasarana, serta menyelaraskan mekanisme pelaporan. Dalam pengelolaan data Satgas, Ahmad Robbani dari UPTD Damkar bertanggung jawab terhadap input data kebakaran, sedangkan Nur Afiah dari BPBD menangani pemutakhiran data kekeringan dan distribusi bantuan air bersih.
Selain investigasi, Damkar Polman melaksanakan sosialisasi dan simulasi penanganan kebakaran awal di Kodim 1402/Polman. Kegiatan tersebut mencakup pengenalan risiko kebakaran, pelaporan dini, penggunaan peralatan pemadam awal, pembagian peran personel, dan koordinasi lintas instansi saat kebakaran berkembang.
Kepala UPTD Damkar Polewali Mandar, Imran, S.IP., M.M., mengatakan Damkar tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga menjalankan fungsi koordinasi, investigasi, validasi data, pemetaan wilayah terdampak dan edukasi pencegahan. Ia mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan titik api agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas./***











