BANNIQ.Id. Mamasa. Penyusunan formasi pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Mamasa periode 2026–2031 menjadi bagian dari upaya memperkuat soliditas dan merangkul berbagai elemen dalam tubuh partai.
Komposisi kepengurusan yang disusun melalui tim formatur tersebut mencerminkan upaya membangun kebersamaan demi mengembalikan kejayaan Golkar di Kabupaten Mamasa.
Ketua DPD Partai Golkar Mamasa terpilih, Welem Sambolangi, SE, M.Si, mengatakan tim formatur telah merampungkan rapat akhir penyusunan kepengurusan. Selanjutnya, susunan tersebut akan diajukan kepada DPD Partai Golkar Sulawesi Barat untuk diterbitkan surat keputusan (SK).
“Tim formatur telah melaksanakan rapat akhir penyusunan pengurus DPD Partai Golkar Mamasa periode 2026–2031. Selanjutnya, susunan kepengurusan akan diajukan ke DPD I untuk diterbitkan SK-nya,” jelas Welem melalui sambungan telepon, Selasa (20/10/2026).
Mantan Ketua DPRD Kabupaten Tana Toraja itu menjelaskan, komposisi kepengurusan yang disusun mengakomodasi keterwakilan berbagai elemen dan tokoh di Kabupaten Mamasa. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat konsolidasi internal sekaligus mempersiapkan partai menghadapi agenda politik mendatang.
“Formasinya merupakan keterwakilan berbagai elemen. Ada ketua harian yang dekat dengan mantan ketua, kemudian sekretaris yang juga merupakan sekretaris pada kepengurusan sebelumnya, serta bendahara dari anggota Fraksi Golkar DPRD. Ada pula pemimpin keumatan dan kaum milenial,” ungkap Welem.
Menurutnya, keberagaman unsur dalam kepengurusan tersebut menjadi gambaran bahwa Golkar Mamasa berupaya menjaga soliditas dengan memberi ruang bagi berbagai kalangan untuk terlibat dalam membesarkan partai.
Ia menegaskan, tidak boleh ada kelompok yang merasa terzalimi atau ditinggalkan dalam proses konsolidasi. Seluruh kader diharapkan dapat menyatukan langkah dan bekerja bersama demi mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Kabupaten Mamasa.
“Ini sebagai gambaran bahwa Golkar Mamasa solid. Tidak ada kesan ada kelompok yang dizalimi. Pokoknya, kita satu dalam semangat untuk mengembalikan kejayaan Golkar Mamasa,” tegasnya.
Lebih jauh, Welem mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun Mamasa melalui politik yang mengedepankan semangat saling merangkul dan menguatkan. Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan kebersamaan serta sikap saling menghargai, bukan politik hitam putih yang cenderung pragmatis.
“Mari bangun Mamasa ini dengan politik saling menguatkan dan merangkul satu sama lain. Hindari politik hitam putih yang pragmatis. Kita bangun Mamasa yang Mamase dengan segala karakteristiknya,” pungkas politisi yang dikenal matang dalam mengelola konflik ini./***











