BANNIQ.Id. Majene. Meski sempat molor akibat alotnya pembahasan usulan keanggotaan Tim Formatur yang mewakili Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK), Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Majene akhirnya ditutup secara resmi oleh Sekretaris Umum DPD I Partai Golkar Sulawesi Barat, Usman Suhuriah, Kamis dini hari (29/10/2026).
Usman menutup Musda tersebut mewakili Ketua DPD I Partai Golkar Sulbar, H. Samsul Mahmud, setelah Muliadi Bintaha ditetapkan sebagai ketua terpilih DPD Partai Golkar Majene periode 2026–2031.
Dalam sambutan penutupannya, Usman menyampaikan pesan Ketua DPD I Golkar Sulbar agar seluruh kader di Majene menjaga soliditas partai pasca-Musda.
Menurutnya, berakhirnya Musda harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, bukan justru membuka ruang bagi terbentuknya faksi-faksi internal.
“Usai Musda ini, mari kita tetap solid. Jangan ada faksi-faksi di tubuh Golkar. Kita harus tetap bersatu untuk membesarkan partai,” tegas Usman.
Selain menekankan pentingnya soliditas, Usman juga menyampaikan tiga agenda strategis yang perlu menjadi perhatian kepengurusan Golkar Majene ke depan, yakni membangkitkan kembali kejayaan partai, memenangkan pemilu dan pilkada dengan menambah perolehan kursi, serta membangun konsolidasi dengan tokoh-tokoh senior Golkar.
Agenda pertama adalah mengembalikan kejayaan Golkar di Majene. Usman mengingatkan bahwa partai berlambang pohon beringin itu pernah mencapai masa kejayaan di daerah tersebut.
Pengalaman itu, menurutnya, menjadi modal sekaligus alasan bagi seluruh kader untuk kembali membangun kekuatan politik Golkar.
Catatan kita di DPD I, Golkar di Majene pernah berjaya. Jadi, kalau pernah berjaya, berarti bisa bangkit kembali,” ujar Usman.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kebangkitan Golkar Majene bukan sesuatu yang mustahil. Dengan kepemimpinan baru, soliditas kader, dan kerja politik yang terarah, kejayaan masa lalu harus dijadikan pijakan untuk meraih hasil yang lebih baik pada masa mendatang.
Agenda kedua adalah memperkuat orientasi kemenangan dalam setiap kontestasi politik, baik pemilu maupun pilkada. Usman menegaskan bahwa seluruh kader harus bekerja keras menerjemahkan arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar ke dalam langkah nyata, dengan target meningkatkan perolehan kursi legislatif sekaligus memperkuat posisi partai dalam pilkada.
“Tagline baru yang sering disampaikan Ketua Umum DPP adalah seluruh kader harus bekerja keras untuk memenangkan pemilu dan pilkada, dengan semangat ‘tambah kursi’,” tegasnya.
Menurutnya, target menambah kursi tidak cukup berhenti sebagai slogan. Kepengurusan baru Golkar Majene harus mampu membangun strategi, memperkuat struktur hingga tingkat bawah, serta menggerakkan seluruh potensi kader agar lebih dekat dengan masyarakat. Dengan demikian, kemenangan politik dapat menjadi hasil dari kerja organisasi yang terukur dan berkelanjutan.
Agenda ketiga adalah membangun kembali konsolidasi dengan tokoh-tokoh senior Golkar di Majene. Usman menilai, pengalaman dan kontribusi para senior merupakan bagian penting dari perjalanan panjang partai yang perlu tetap dirawat dan dilibatkan dalam proses pembesaran organisasi.
Konsolidasi lintas generasi diharapkan menjadi kekuatan yang menyatukan pengalaman para senior dengan energi kader-kader baru. Dengan komunikasi yang terbuka dan semangat kebersamaan, Golkar Majene diharapkan mampu menghindari sekat-sekat internal sekaligus memperkuat fondasi organisasi menghadapi agenda politik mendatang.
Tiga pesan tersebut menjadi penegasan arah Golkar Majene pasca-Musda XI: menjaga partai tetap solid, membangun kembali kejayaan dengan target kemenangan dan penambahan kursi, serta merawat kebersamaan dengan para tokoh senior.
Bagi kepengurusan di bawah kepemimpinan Muliadi Bintaha, tantangan berikutnya adalah menerjemahkan pesan-pesan itu menjadi kerja nyata. Musda bukanlah akhir dari proses konsolidasi, melainkan titik awal untuk memperkuat organisasi, menyatukan seluruh potensi kader, dan mengembalikan Golkar sebagai kekuatan politik yang diperhitungkan di Kabupaten Majene./***











