BANNIQ.Id. Mamuju. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Sulawesi Barat untuk periode Maret 2026, Rabu (1/4/2026).
Kepala BPS Sulbar, Suri Handayani, mengungkapkan bahwa tingkat inflasi year on year (y-on-y) Sulawesi Barat pada Maret 2026 tercatat sebesar 2,94 persen.
“Secara rinci, inflasi y-on-y Sulawesi Barat sebesar 2,94 persen dengan IHK mencapai 110,62. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Mamuju sebesar 3,80 persen dengan IHK 111,40, sedangkan terendah di Kabupaten Majene sebesar 2,38 persen dengan IHK 110,12,” jelasnya.
Ia menambahkan, inflasi y-on-y dipicu oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,66 persen, diikuti kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 5,59 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,68 persen.
Selain itu, kenaikan juga terjadi pada kelompok kesehatan sebesar 2,04 persen, pendidikan 1,63 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,11 persen, transportasi 0,89 persen, serta perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga sebesar 0,70 persen.
Sementara itu, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami penurunan indeks, yakni kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,65 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,63 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,23 persen.
Untuk periode yang sama, tingkat inflasi month to month (m-to-m) Sulawesi Barat tercatat sebesar 0,08 persen, sedangkan inflasi year to date (y-to-d) mencapai 1,09 persen./ham-asdar








