ADVERTORIAL

Hadiri Peringatan HUT Sulbar ke 22 Tahun, Syamsul Samad : Semoga Pelayanan ke Masyarakat Semakin Baik

BANNIQ.Id. Mamuju. Memasuki usia ke-22 tahun, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dinilai masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian bersama, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga upaya menekan angka kemiskinan dan pengangguran.

Anggota DPRD Sulbar, Syamsul Samad mengatakan, perjalanan Sulbar selama 22 tahun bukanlah waktu yang singkat. Menurutnya, berbagai capaian yang telah diraih perlu dipertahankan dan ditingkatkan, sementara berbagai kekurangan harus terus diperbaiki.

Bupati Samsul Mahmud Jadi Pejabat Pertama yang Datang ke Lenggo, Warga : Ini Sejarah

“Tentu di 22 tahun Sulbar ini, perjalanannya sudah bukan singkat lagi. Kita berharap, yang sudah baik semakin baik ke depan, yang masih kurang kita perbaiki,” kata Syamsul Samad usai mengikuti upacara peringatan Hari Jadi Sulbar ke-22 tahun, Selasa 22 September 2026.

Ia berharap, Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama DPRD Sulbar dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pro-Kontra LTJ Mamuju, Ajbar : Para Pihak Mesti Siapkan Analisis Datanya

“Bagi kami di DPRD, kita perjuangkan aspirasi masyarakat. Tentu bagi eksekutif, kita berharap semakin mendekatkan pelayanan, semakin fokus terhadap apa yang menjadi target capaian ke depan,” ujarnya.

Syamsul Samad menilai, salah satu pekerjaan rumah yang masih membutuhkan perhatian serius adalah pembangunan infrastruktur, khususnya jalan dan jembatan. Ia berharap, pembiayaan infrastruktur yang telah menjadi perhatian pemerintah dapat segera direalisasikan sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.

Semarakkan HUT Sulbar ke 22 Tahun, BPKAD Ikut Fun Run 2026

“Mulai dari perbaikan infrastruktur, baik jalan dan jembatan, itu masih menjadi perhatian serius. Mudah-mudahan di tahun ini target pembiayaan atau belanja di infrastruktur dapat berjalan dalam waktu yang tidak lama,” ungkap Syamsul Samad.

Selain infrastruktur, ia juga menyoroti target penurunan angka kemiskinan dan pengangguran di Sulbar. Menurutnya, kedua persoalan tersebut perlu menjadi bagian dari fokus pembangunan daerah ke depan.

“Lalu target penurunan angka kemiskinan kita mudah-mudahan bisa semakin kita capai dan pengangguran kita bisa makin turunkan,” tuturnya.

Terkait program padat karya, Syamsul Samad mengatakan, alokasi anggaran yang disiapkan cukup besar. Namun, ia memahami apabila pelaksanaannya membutuhkan tahapan teknis dan kehati-hatian untuk memastikan seluruh proses sesuai ketentuan.

“Soal program padat karya, saya melihat fokus anggarannya itu cukup besar kita berikan. Hanya memang kalau disebut sampai hari ini belum running, mungkin ada hal-hal yang menjadi bagian penting secara teknis yang harus diperhatikan untuk menjaga akuntabilitasnya,” jelas Syamsul Samad.

Menurutnya, percepatan pelaksanaan program tidak boleh mengesampingkan aspek akuntabilitas dalam pengelolaan APBD.

“Jadi, bukan soal semata ini barang harus cepat, tetapi juga ada ekstra kehati-hatian bahwa semua persyaratan harus terpenuhi dari aspek membelanjakan APBD,” katanya.

Syamsul Samad pun mengajak seluruh elemen di Sulbar memperkuat kekompakan dan kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

“Saya kira kekompakan, kolaborasi antar sektor, kolaborasi antar elemen untuk bersama-sama membangun Sulbar lebih baik ke depan,” pungkas Syamsul Samad.

Ia optimistis berbagai program pembangunan, termasuk program padat karya, dapat berjalan dengan baik sepanjang seluruh tahapan dan persyaratan yang dibutuhkan dapat dipenuhi.

“Saya optimis dan kita bisa pastikan, insya Allah, semua bisa jalan dengan baik tahun ini,” tutupnya./***

× Advertisement
× Advertisement