ADVERTORIAL

IPM Sulbar 2026 Meningkat Jadi 71,96 Poin, Pembangunan Manusia Kian Membaik


BANNIQ.Id. Mamuju. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Sulawesi Barat pada 2026 mencapai 71,96 atau meningkat 0,80 poin dibandingkan tahun 2025.

Capaian tersebut menempatkan Sulawesi Barat dalam kategori pembangunan manusia tinggi, yakni pada rentang IPM 70 hingga 80.

Disdik Polman Luncurkan Program Penguatan Karakter dan Pelestarian Budaya Mandar di Sekolah

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat mencatat peningkatan IPM tersebut ditopang oleh perbaikan seluruh indikator pembentuknya, meliputi umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak.
Hal itu disampaikan Kepala BPS Perwakilan Sulawesi Barat, Suri Hamdayani, dalam rilis resmi statistik yang berlangsung di Mamuju, Kamis (5/11/2026).

Secara persentase, IPM Sulawesi Barat tumbuh 1,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan adanya kemajuan pada sejumlah dimensi pembangunan manusia, meskipun laju pertumbuhan beberapa indikator masih berada di bawah rata-rata pertumbuhan periode 2022–2025.

Gandeng BBPVP Makasar, Pemkab Polman Perkuat Kompetensi Daya Saing Tenaga Kerja Melalui Pelatihan Vokasi

Dari dimensi kesehatan, umur harapan hidup saat lahir meningkat 0,24 tahun atau tumbuh 0,34 persen dibandingkan 2025. Namun, pertumbuhan tersebut masih lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan selama periode 2022–2025 yang mencapai 0,48 persen.
Pada dimensi pengetahuan, harapan lama sekolah meningkat 0,07 tahun atau tumbuh 0,54 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan periode 2022–2025 yang sebesar 0,08 persen.

Sementara itu, rata-rata lama sekolah mengalami peningkatan 0,30 tahun atau tumbuh 3,61 persen. Capaian tersebut juga melampaui rata-rata pertumbuhan selama periode 2022–2025 yang tercatat sebesar 0,94 persen.

Konfercab IGTKI-PGRI Polewali, Momentum Perkuat Profesionalisme Guru TK

Adapun dari dimensi standar hidup layak, pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan meningkat sekitar Rp250 ribu atau tumbuh 2,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski meningkat, pertumbuhan ini masih lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan periode 2022–2025 yang mencapai 3,97 persen.
Majene Tertinggi, Mamasa dan Mateng Berubah Status.

Berdasarkan capaian kabupaten, Majene tercatat sebagai daerah dengan IPM tertinggi di Sulawesi Barat pada 2026. Sebaliknya, Kabupaten Mamuju Tengah berada pada posisi terendah.

Meski demikian, Mamuju Tengah justru mencatat pertumbuhan IPM tertinggi di antara kabupaten se-Sulawesi Barat, yakni sebesar 1,43 persen. Sementara pertumbuhan terendah tercatat di Kabupaten Mamuju sebesar 0,71 persen.

Perkembangan menarik lainnya terlihat pada perubahan status pembangunan manusia. Kabupaten Mamasa dan Mamuju Tengah berhasil mengalami peningkatan kategori, dari status sedang menjadi tinggi pada 2026.

Perubahan tersebut menunjukkan adanya kemajuan pembangunan manusia di kedua daerah, terutama jika dilihat dari capaian indikator pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat.

Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Inflasi Terkendali Dalam rilis yang sama, BPS Sulawesi Barat juga memaparkan perkembangan perekonomian daerah pada Triwulan III 2026.
BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat pada periode tersebut mengalami perlambatan dibandingkan pertumbuhan secara tahunan (year-on-year/y-on-y) pada Triwulan III 2025.

Di sisi lain, perkembangan harga barang dan jasa masih berada dalam kondisi terkendali. Inflasi Sulawesi Barat tercatat sebesar 2,82 persen.
Rilis statistik tersebut memberikan gambaran mengenai perkembangan sejumlah indikator makro daerah, mulai dari pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, hingga kualitas pembangunan manusia di Sulawesi Barat./***

× Advertisement
× Advertisement