BANNIQ.Id. Polman. DPD Partai Golkar Sulawesi Barat menegaskan soliditas dan kekompakan seluruh jajaran kepengurusan partai di tengah beredarnya informasi yang mengaitkan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dengan isu dugaan penyadapan ilegal oleh sejumlah oknum perwira Polri.
Melalui pernyataan resmi yang disampaikan Sabtu (7/11/2026), Ketua DPD Partai Golkar Sulbar, H. Samsul Mahmud, menegaskan bahwa dinamika pemberitaan tersebut tidak boleh mengganggu konsolidasi maupun soliditas internal partai.
Menurutnya, Golkar saat ini tengah memusatkan perhatian pada penguatan organisasi mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Karena itu, seluruh kader diminta tetap menjaga kebersamaan, tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta tidak terjebak dalam situasi yang berpotensi memunculkan perpecahan.
Samsul Mahmud menegaskan, seluruh jajaran Partai Golkar, mulai dari DPP, DPD Provinsi, DPD Kabupaten/Kota hingga pengurus kecamatan dan desa/kelurahan, tetap berada dalam satu barisan di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia.
“Golkar solid dan sedang melakukan konsolidasi organisasi. Tidak ada ruang bagi upaya yang dapat memecah belah persatuan internal partai. Seluruh kader harus tetap kompak dan satu komando,” tegas Samsul dalam pernyataan resminya.
Ia juga mengingatkan kader agar tidak mudah terpengaruh oleh beragam informasi yang beredar melalui podcast, flyer maupun potongan video yang sumber dan kebenarannya belum dapat dipastikan.
Bagi Golkar, kata Samsul, kekuatan partai tidak semata-mata bertumpu pada kepengurusan di tingkat pusat, tetapi juga terletak pada soliditas kader yang bekerja dan berinteraksi langsung dengan masyarakat hingga ke akar rumput.
Karena itu, ia menginstruksikan seluruh kader Golkar di Sulawesi Barat untuk menjaga komunikasi dan kepercayaan antarsesama kader, menghindari penyebaran informasi yang tidak jelas sumbernya, serta tidak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi memicu kecurigaan dan perpecahan internal.
Terkait isu yang menyeret nama Bahlil Lahadalia, Samsul menyebut informasi tersebut sebagai hoaks. Ia menilai informasi yang beredar belum disertai bukti dan sumber resmi yang dapat diverifikasi.
“Kami meminta kader dan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak memiliki sumber jelas. Jangan ikut menyebarkan kabar yang belum terverifikasi, apalagi yang berpotensi menjadi fitnah. Percayakan persoalan ini pada proses dan keterangan resmi pihak berwenang,” ujarnya.
Samsul menambahkan, dinamika dan berbagai guncangan yang menerpa partai harus disikapi dengan kedewasaan organisasi. Soliditas, disiplin, dan komitmen untuk terus bekerja melayani masyarakat harus tetap menjadi pegangan seluruh kader.
Ia menegaskan, bagi Partai Golkar, menjaga persatuan bukan sekadar urusan internal organisasi, melainkan juga bagian dari tanggung jawab politik untuk memastikan partai tetap hadir dan bekerja bagi kepentingan masyarakat.
“Jangan terpancing, jangan saling curiga, dan jangan mau diadu domba. Tetap bekerja, tetap melayani rakyat, dan jaga persatuan. Golkar harus tetap kompak dalam satu barisan,” tutup Bupati Polman ini./***











