Mudahkan Pelaku UMKM Pangan Olahan dapat Izin, BPOM Mamuju Luncurkan Program Biyanka

Hits: 18

Kepala BPOM Mamuju, Lintang Purba Jaya bersama Kepala PTSP Mamuju,Rahmat Tahir saat memberi keterangan Pers tentang Program Biyanka(photo:bnq)

BANNIQ.Id.Sulbar.Guna mempermudah stakeholder UMKM segmen pangan olahan dalam mengurus Perizinan serta memudahkan masyarakat dalam melakukan konsultasi dan aduan terhadap bahan makanan maupun kosmetik yang mengandung bahan berbahaya, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju bekerja sama dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Mamuju, meluncurkan program Biyanka (Mobil Layanan Informasi dan Edukasi Keliling Mamuju).

Kerjasama tersebut kata Kepala BPOM Mamuju Lintang Purba Jaya di sela kegiatan peluncuran program ini,Senin 23 Maret 2021 di area kantor PTSP Mamuju mengatakan, Biyangka merupakan program layanan perizinan setiap Senin sampai hari Rabu untuk memudahkan pelaku UMKM pangan olahan dalam mengurus izin maupun untuk mendapatkan informasi seputar pangan olahan maupun informasi pengawasan obat dan makanan secara umum.

“Selain untuk memudahkan pengurusan perizinan, Biyangka ini akan menjadi pusat informasi masyarakat bila ada temuan kandungan bahan berbahaya pada pangan olahan maupun kosmetik,” Ujar Lintang.

Selain untuk mudahakan pengurusan perizinan, Biyanka kata Lintang juga sebagai bentuk respon BPOM untuk mengsupport perekonomian Mamuju untuk terus maju dan berkembang utamanya utamanya masa pasca gempa seperti sekarang ini.

Sebagai mitra untuk menjalankan program Biyanka dari BPOM Rahmat Tahir selaku Kepala PTSP Mamuju merespon dan mberi apresiasi positif atas program yang dicanangkan oleh BPOM tersebut.

” Selaku kepala PTSP tentu kami merespon dan mengapresiasi program ini, karena program ini menjadi bahagian dari sistim pelayanan yang terintegrasi satu pintu atau satu tempat, dan sebetulnya sudah ada beberapa lembaga yang sudah melaksanakan hal serupa di tempat ini,Seperti BPJS, Kesehatan dan dari Depnaker, tapi belum berjalan lantas terjadi gempa, program ini juga sebagai bahan evaluasi dari Kemenpan RB tentang pengintegrasian pelayanan,” Simpulnya.|asd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *