BANNIQ.Id. Polewali Mandar. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Adnan Nota, mendorong seluruh jajaran Kemenag kabupaten memperkuat budaya evaluasi kinerja secara rutin. Evaluasi dinilai penting untuk memastikan setiap program berjalan sesuai target, tepat sasaran, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Adnan saat memimpin Laporan Pencapaian Kinerja Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten se-Sulawesi Barat di Kantor Kemenag Kabupaten Polewali Mandar, Jumat (4/9/2026).
Dalam kegiatan itu, Adnan memberikan sejumlah masukan terhadap laporan capaian kinerja yang disampaikan para Kepala Kantor Kemenag kabupaten. Ia menegaskan, evaluasi tidak boleh sekadar menjadi rutinitas administratif, tetapi harus menjadi instrumen untuk mengukur efektivitas program sekaligus menemukan kendala dalam pelaksanaannya.
Menurut Adnan, evaluasi perlu dibangun sebagai budaya kerja yang terencana, konsisten, dan memiliki jadwal yang jelas di setiap satuan kerja. Dengan begitu, perkembangan program dapat dipantau secara berkala dan berbagai persoalan bisa segera ditindaklanjuti.
“Penting untuk kita permanenkan dan terjadwalkan evaluasi. Maksud saya, setiap bulan selalu ada evaluasi di setiap satker yang ada,” ujar Adnan.
Ia mengatakan, evaluasi berkala memungkinkan satuan kerja melakukan pembenahan lebih cepat tanpa harus menunggu persoalan berkembang menjadi lebih besar. Setiap kekeliruan dalam pelaksanaan program dapat segera diketahui dan dikoreksi.
“Kalau ada kekeliruan, yang dimaksudkan adalah kita harus mengadakan rapat evaluasi. Itu harus dilakukan dan tidak boleh tidak dilakukan,” tegasnya.
Adnan menilai pola kerja tersebut penting untuk membangun tata kelola Kementerian Agama yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup hanya dilihat dari terlaksananya kegiatan atau terpenuhinya target administrasi.
Lebih dari itu, setiap program harus mampu menjawab kebutuhan umat dan memberikan peningkatan kualitas layanan publik.
Karena itu, ia meminta para Kepala Kemenag kabupaten membangun budaya evaluasi di lingkungan kerja masing-masing.
Evaluasi yang dilakukan secara rutin dan terukur diharapkan dapat menjaga pelaksanaan program tetap sesuai perencanaan sekaligus mendorong peningkatan kinerja secara berkelanjutan.
Dengan penguatan budaya evaluasi tersebut, jajaran Kemenag Sulbar diharapkan tidak hanya mengejar capaian angka dan kelengkapan administrasi, tetapi juga memastikan setiap program hadir sebagai layanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat./***











