ADVERTORIAL

Unsulbar Jalani Assesmen Lapangan, Menapaki Jalan Menuju Perguruan Tinggi Bermutu


BANNIQ.Id. Majene. Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) memasuki babak penting dalam upayanya memperkuat mutu perguruan tinggi. Jumat (18/9/2026), Unsulbar menjalani asesmen lapangan oleh Tim Asesor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) sebagai bagian dari proses penilaian akreditasi perguruan tinggi.

Tim asesor yang melakukan asesmen terdiri atas Prof. Dr. Indrianty Sudirman, S.E., M.Si., CRMP., CRGP., selaku Ketua Tim Asesor, serta Dr. Fortunasari, S.S., M.A., Dr. Edi Jusriadi, S.E., M.M., dan Dr. Eng. Adiwijaya, S.ST., M.T., masing-masing sebagai anggota.

KLB PSSI Sulbar, Ketua KONI Berharap Sepak Bola Ukir Prestasi di PON

Rektor Unsulbar, Prof. Dr. Muh. Abdy Tahir, M.Sc., mengatakan asesmen lapangan merupakan tahapan untuk menilai seluruh proses penyelenggaraan perguruan tinggi berdasarkan standar dan data yang sebelumnya telah dikirimkan kepada tim asesor.

Menurutnya, kedatangan tim asesor bukan semata-mata untuk mencari kekurangan, melainkan melakukan verifikasi terhadap data sekaligus memberikan pertimbangan dan arahan bagi penguatan mutu Unsulbar.

IPM Sulbar 2026 Meningkat Jadi 71,96 Poin, Pembangunan Manusia Kian Membaik

“Tim asesor ini datang memverifikasi data yang sebelumnya kita kirimkan. Mereka akan mengecek apakah data tersebut betul ada atau tidak. Mereka juga akan memberikan pertimbangan dan arahan sebagaimana mestinya terkait data-data yang dikirimkan. Jadi, mereka datang bukan mencari kesalahan,” jelas Prof. Abdy.

Untuk menghadapi asesmen tersebut, kata Abdy, Unsulbar telah melakukan berbagai persiapan secara matang. Salah satunya melalui simulasi asesmen yang melibatkan seluruh unsur pimpinan pada 14 September 2026.

Disdik Polman Luncurkan Program Penguatan Karakter dan Pelestarian Budaya Mandar di Sekolah

“Persiapan kita sangat matang, salah satunya simulasi asesmen yang kita lakukan pada 14 September bersama semua unsur pimpinan,” ujarnya.

Abdy menegaskan, Unsulbar berkomitmen menindaklanjuti berbagai saran, pertimbangan, dan masukan yang disampaikan tim asesor. Lebih dari sekadar mengejar predikat akreditasi, asesmen tersebut diharapkan semakin memperkuat budaya mutu di lingkungan kampus.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita senantiasa menguatkan budaya mutu,” katanya.

Ia menambahkan, asesmen lapangan tersebut menjadi harapan besar bagi Unsulbar untuk memperoleh predikat akreditasi yang lebih baik.
Saat ini, kata Abdy, terdapat tiga kategori status akreditasi perguruan tinggi, yakni tidak terakreditasi, terakreditasi, dan unggul. Untuk meraih predikat unggul, Unsulbar masih harus memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk terkait jumlah guru besar.

“Predikat kualitas mutu perguruan tinggi untuk saat ini ada tiga kategori, tidak terakreditasi, terakreditasi, dan unggul. Unsulbar belum memenuhi syarat untuk meraih predikat unggul karena harus didukung jumlah guru besar tertentu. Kita berharap predikat terakreditasi saja dulu,” pungkasnya./***

× Advertisement
× Advertisement