ISSU TRENDING

Tentang Perlunya Dana Abadi LSM Disiapkan Pemerintah, Begini Pendapat Para Direktur NGO


BANNIQ.Id.Jakarta. Pandemi Covid-19 memperbesar tantangan pembangunan yang dihadapi Indonesia, tidak hanya di sektor kesehatan namun juga kesejahteraan warga. Sementara pada sisi lain, Indonesia juga berambisi untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) sekaligus menjadi negara maju di 2045.

Tantangan dan ambisi tersebutmembutuhkan kerja keras semua aktor pembangunan termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Sejarah panjang munculnya LSM di Indonesia dan kontribusinya terhadap pembangunan, termasuk kontribusinya menjadikan Indonesia sebagai negara demokrasi tidak bisa dipandang sebelah mata.

Pastikan Klaim Surplus Beras 5 Juta Ton, Agus Ambo Djiwa Kunjungi Gudang Bulog Mamuju

Pengakuan atas kerja dan kontribusi LSM termasuk di tingkat lokal harus
diperkuat, salah satunya dengan menciptakan lingkungan pendukung pendanaan LSM melalui Dana Abadi LSM.

Dana Abadi LSM merupakan dukungan pendanaan bagi LSM di Indonesia termasuk di tingkat lokal yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Berharap Polemik Pemprov Sulbar Vs BKN Kembali Clear , Fraksi Golkar DPRD Sulbar Usulkan Dilaksanakan RDP

Melalui dana ini, LSM akan memiliki
opsi yang lebih banyak untuk dapat menjalankan kerja-kerjanya dan membantu mewujudkan prioritas pembangunan pemerintah baik pusat dan daerah.

Bambang Teguh Karyanto, Direktur LSDP SD Inpress Jember Saat Konprensi Pers Dana Abadi LSM,Rabu 1 Juni 2022 bersama direktur NGO antara Mulyadi Prayitno,Direktur YKPM Makassar, Triawan Umbu Uli Mahakati, Sekertaris Yayasan Koppesda Sumba,Riswati Direktur Flower Aceh Banda Aceh, Dina Mariana Direktur Eksekutif IRE Jogjakarta dipandu moderator Maria Anik Triwusari, mengatakan, untuk mewujudkan adanya dana abadi dibutuhkan aturan kebijakan yang akan menjadi pijakan pelaksanaan Dana Abadi LSM, misalnya dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres).

Manajemen SPBU Lembang Majene Himbau Masyarakat untuk Tidak Terprovokasi Issu Kenaikan BBM

“Bagi kami LSM yang ada di daerah, jika Dana Abadi LSM ini terwujud pasti akan sangat membantu bukan hanya bagi LSM di daerah namun juga pembangunan di daerah tersebut, ” jelas Bambang.

Tentang tantangan yang dihadapi oleh LSM di daerah menurut pandangan Dina Mariana, Direktur Institute for Research and Empowerment (IRE) Yogyakarta. kata Dia, untuk menjalankan kerja-kerjanya, LSM di daerah memiliki tantangan berat. Terlebih selama ini pendanaan LSM di Indonesia sebagian besar bergantung pada lembaga donor, sementara sebagian besar LSM di daerah memiliki kapasitas yang terbatas untuk dapat mengakses pendanaan dari lembaga donor karena
persyaratan yang berat dipenuhi oleh LSM Lokal tanpa afirmasi.

” Karenanya inisiatif untuk mewujudkan
Dana Abadi LSM harus didukung oleh semua pihak terutama pemerintah,” jelas Dina.

Pandangan lain terkait urgensi Dana Abadi LSM ini disampaikan , Triawan Umbu Uli Mehakati, Sekretaris Yayasan KOPPESDA Sumba .Triawan mengatakan, memang terdapat beberapa pendanaan yang saat ini disediakan oleh pemerintah dimana LSM menjadi bahagian di dalamnya seperti Swakelola Tipe III.

” Namun untuk mendapatkannya tidak mudah, Selain informasinya tidak mencukupi, persyaratan yang dibutuhkan cukup banyak, ” ujarnya.

Sementara itu Riswati, Direktur Flower Banda Aceh juga berpandamgan , pemerintah Indonesia harus bisa mewujudkan dana
abadi ini. Terlebih kata Dia Indonesia telah menjadi negara berpendapatan menengah dan sudah memiliki Indonesia Aid yang akan membantu negara-negara lain termasuk LSMnya.

“Jika pemerintah Indonesia
sudah punya instrumen untuk membantu LSM di negara lain, mengapa untuk LSM di Indonesia pemerintah belum menyediakan,” ? tanya Riswati.|rilisasd

× Advertisement
× Advertisement