ADVERTORIAL

Bupati Polman Samsul Mahmud Hibahkan Tanah untuk Pesantren di Balanipa, Perkuat Pendidikan Keislaman Secara Berkelanjutan

Bupati Polman,H.Samsul Mahmud saat menyerahkan Sertifikat Tanah hibah ke Ponpes Jareqjeq kepada Makmur selaku tokoh masyarakat dan mewakili pimpinan ponpes(foto:Repro)


BANNIQ.Id. Polewali Mandar. Komitmen terhadap pembangunan sumber daya manusia berbasis keagamaan kembali ditunjukkan oleh Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud. Setelah sebelumnya menghibahkan lahan pribadi untuk Sekolah Rakyat (SR), kini ia kembali menyerahkan sebidang tanah miliknya guna pembangunan dan pengembangan pondok pesantren di Desa Bala, Kecamatan Balanipa.

Langkah ini menjadi representasi nyata dari kebijakan filantropi yang tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga sarat dimensi spiritual. Hibah tersebut diarahkan untuk memperluas akses pendidikan Islam sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan berbasis komunitas di wilayah perbatasan Kecamatan Balanipa dan Campalagian.

Stok Pangan Aman, Bulog Mamuju Pastikan Beras dan Minyak Cukup Hingga Setahun Ke Depan

“Penyerahan sertifikat tanah ini merupakan bentuk hibah kepada Pesantren Jareqjeq di Desa Bala, Kecamatan Balanipa,” ujar Samsul Mahmud via Wattshapp, Sabtu(28/3/26).

Terpisah Makmur sebagai tokoh masyarakat dan selaku pihak yang mewakili pimpinan Ponpes Jareqjeq membenarkan menerima Secara simbolis, sertifikat tersebut.

Dari WDP ke WTP, Kalan BPK Sulbar Apresiasi Khusus Pemkab Polman Atas Pembenahan Signifikan Tata Kelola Keuangan

” Benar saya mewakili pimpinan Ponpes menerima sertifikat tanah yang dihibahkan H.Samsul ke Ponpes Jareqjeq,” jelas Makmur.

Momen tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mencerminkan kepemimpinan yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dalam arah kebijakan publik.

BPK Sulbar Kembali Berikan Opini WTP untuk Pemkab Pasangkayu, Momentum Makin Memperkuat Tata Kelola Keuangan Daerah

Kontribusi Samsul Mahmud terhadap pengembangan pesantren ini bukanlah hal baru. Berdasarkan catatan pengelola, ia sebelumnya telah mewakafkan satu unit asrama santriwati yang kini berdiri di Kampus 1 Pambusuang. Fasilitas tersebut hingga saat ini masih dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pembinaan, sekaligus menjadi bukti nyata komitmen jangka panjang dalam mendukung pendidikan Islam.

Dari sudut pandang pembangunan, hibah ini mencerminkan pendekatan partisipatif dengan melibatkan peran aktif aktor non-negara dalam memperkuat infrastruktur pendidikan keagamaan.

Wakaf dan hibah menjadi instrumen strategis dalam mempercepat pembangunan yang berakar pada kebutuhan masyarakat.

Pihak pesantren pun menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi tersebut. Mereka menilai, hibah lahan ini berpotensi menjadi katalisator dalam pengembangan kapasitas kelembagaan, baik dari sisi sarana prasarana maupun kualitas pembinaan generasi muda.

“Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan, kesehatan, serta kemudahan dalam setiap urusan beliau. Apa yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” ungkap pihak pesantren.

Ke depan, lahan hibah ini diharapkan segera ditindaklanjuti dengan pembangunan fasilitas pendidikan yang representatif. Dengan demikian, pesantren di Desa Bala diharapkan mampu berkembang menjadi pusat pendidikan keislaman yang tidak hanya mencetak generasi berilmu dan berakhlak, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pembangunan sosial masyarakat Polewali Mandar, khususnya di Kecamatan Balanipa./***

× Advertisement
× Advertisement