BANNIQ.Id. Polewali. Semangat perjuangan untuk mewujudkan Kabupaten Balanipa terus menyala dan bergelora dengan penuh harap dan keyakinan.
Bara cita-cita itu kini dihimpun dalam sebuah momentum besar bertajuk Kongres Rakyat Balanipa I, yang akan digelar pada 2 hingga 4 April 2026 di Pondok Pesantren Darul Mahfuz, Desa Lekopa’dis, Kecamatan Tinambung.
Pemilihan Pondok Pesantren Darul Mahfuz milik Kakan Kemenag Mateng,Dr Dinar Faizal ini sebagai pusat kegiatan bukan tanpa makna.
Di tempat yang sarat dengan nilai-nilai keilmuan dan spiritualitas ini, para santri menimba ilmu agama, menata akhlak, serta mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Atmosfer religius tersebut diharapkan mampu menjadi fondasi batin bagi para pejuang bahwa setiap ikhtiar besar tidak hanya bertumpu pada strategi, tetapi juga pada ketulusan doa dan kekuatan iman.
Kongres yang diinisiasi oleh Komite Aksi Perjuangan Pembentukan (KAPP) Balanipa ini merupakan manifestasi nyata dari tekad kolektif masyarakat.
Panitia pun telah melakukan berbagai persiapan matang, termasuk mengundang para tokoh serta masyarakat Balanipa, baik yang berada di Polewali Mandar maupun di perantauan. Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar juga turut diharapkan ambil bagian dalam momentum bersejarah ini.
Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud (HSM), menyampaikan kesiapannya untuk hadir sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan tersebut.
“ Insya Allah saya hadir, sebagai bentuk dukungan atas semangat teman-teman pejuang untuk terus memperjuangkan kabupaten Balanipa meskipun pada kondisi saat ini juga diperhadapkan pada kebijakan pemekaran masih moratorium,” jelas HSM via telepon, Selasa (31/3/26).
Lebih dari sekadar forum pertemuan, Kongres Rakyat Balanipa I akan diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti simposium, kemah pelajar, serta agenda lainnya.
Seluruh rangkaian ini menjadi simbol totalitas perjuangan bahwa membangun sebuah daerah tidak hanya membutuhkan gagasan, tetapi juga melibatkan generasi muda sebagai pewaris cita-cita.
Namun demikian, di tengah padatnya agenda, Bupati HSM menyampaikan kemungkinan keterbatasan kehadirannya pada seluruh rangkaian kegiatan.
“ Saya minta maaf bila tidak semua rangkaan kegiatan bisa saya ikuti, mengibgat agenda lain juga yang waktunya bersamaan kegiatan di Jakarta sekira tanggal 4 April,” pungkasnya./***








