BANNIQ.Id. Majene. Peta kekuatan politik Partai Golkar di Kabupaten Majene mulai memperlihatkan arah baru pasca-Musda XI DPD Partai Golkar Majene.
Belum genap beberapa hari setelah Muliadi Bintaha ditetapkan sebagai Ketua DPD Golkar Majene periode 2026–2031, satu nama yang memiliki rekam jejak politik dan birokrasi mulai disiapkan untuk mengisi posisi strategis dalam struktur kepengurusan baru, yakni Arismunandar Kalma Katta.
Mantan Wakil Bupati Majene sekaligus calon Bupati Majene pada Pilkada 2024 tersebut diproyeksikan menduduki posisi Ketua Harian DPD Partai Golkar Majene.
Kehadirannya dinilai berpotensi menjadi tambahan kekuatan politik bagi Golkar dalam menata kembali konsolidasi organisasi sekaligus membangun daya saing menghadapi kontestasi politik mendatang.
Kepastian mengenai rencana bergabungnya Arismunandar disampaikan Sekretaris DPD I Partai Golkar Sulawesi Barat, Usman Suhuriah. Ia mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Aris, sapaan akrab Arismunandar, untuk mengajaknya bersama-sama membesarkan kembali Partai Golkar di Majene.
“Saya sudah hubungi beliau dan meminta kesiapannya untuk sama-sama membesarkan kembali PG Majene. Kita posisikan sebagai Ketua Harian DPD PG Majene di kepengurusan baru nanti, dan Alhamdulillah beliau menyatakan siap,” jelas Usman melalui sambungan telepon, Jumat (30/10/2026).
Menurut Usman, komunikasi tersebut tidak berhenti pada penjajakan personal. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Muliadi Bintaha selaku ketua terpilih sekaligus Ketua Tim Formatur Musda XI DPD Golkar Majene terkait rencana penempatan Arismunandar dalam posisi Ketua Harian.
Saat ini, komposisi kepengurusan baru memang masih dalam proses penyusunan oleh tim formatur. Namun, masuknya nama Arismunandar menjadi salah satu sinyal bahwa Golkar Majene tengah menyiapkan konfigurasi kepemimpinan yang tidak sekadar berorientasi pada penataan struktur, tetapi juga penguatan basis politik dan perluasan jejaring kekuatan partai.
Bagi Usman, bergabungnya Arismunandar merupakan tambahan amunisi penting untuk mengembalikan kejayaan Golkar di Majene. Apalagi, Aris bukan sosok yang asing dalam panggung politik daerah.
Ia memiliki pengalaman pemerintahan, pernah menjadi Wakil Bupati Majene, dan pada Pilkada 2024 tampil sebagai calon Bupati berpasangan dengan Adi Ahan Sja Mandra. Pasangan tersebut berhadapan dengan petahana Andi Achmad Syukri yang berpasangan dengan A. Rita Mariani dan kini memimpin Kabupaten Majene sebagai Bupati dan Wakil Bupati.
Dari sisi genealogis politik, Arismunandar juga memiliki modal tersendiri. Ia merupakan putra mantan Bupati Majene dua periode, Kalma Katta. Jejak politik keluarga Katta yang masih memiliki simpul dukungan dan jaringan sosial di tengah masyarakat Majene menjadi salah satu potensi yang dapat memperkuat langkah konsolidasi Golkar ke depan.
Arismunandar Kalma, yang lahir pada 5 Mei 1983, merupakan birokrat lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan 2007. Kariernya di pemerintahan Kabupaten Majene ditempuh melalui sejumlah jenjang jabatan, mulai dari lurah hingga kepala bagian. Jabatan terakhir yang diembannya sebelum memasuki panggung politik Pilkada 2024 adalah Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majene.
Dengan pengalaman birokrasi, rekam jejak politik, serta latar belakang keluarga yang memiliki sejarah panjang dalam pemerintahan Majene, kehadiran Arismunandar di tubuh Golkar berpotensi memberi warna baru bagi kepengurusan Muliadi Bintaha.
Kini, tantangan Golkar Majene bukan hanya menyusun kepengurusan baru, melainkan bagaimana merajut kembali kekuatan, menghimpun berbagai simpul politik, dan mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Jika rencana penempatan Arismunandar terealisasi, duet kepemimpinan Muliadi Bintaha dan Arismunandar diharapkan menjadi salah satu poros penting dalam agenda kebangkitan Golkar di Bumi Assamalewuang./***











