BANNIQ.Id. Majene. Rangkaian konsolidasi dan penguatan mesin politik Partai Golkar di Sulawesi Barat terus bergulir. Setelah empat DPD kabupaten menyelesaikan Musyawarah Daerah (Musda), kini giliran DPD Partai Golkar Majene yang bersiap menggelar agenda serupa.
Empat DPD yang telah melaksanakan Musda masing-masing Polewali Mandar (Polman), Pasangkayu, Mamuju Tengah (Mateng), dan terakhir Mamasa.
Dengan demikian, masih tersisa dua DPD kabupaten yang akan melaksanakan Musda, yakni Majene dan Mamuju. Majene dijadwalkan menjadi daerah berikutnya yang menggelar Musda.
“Rencana akhir minggu depan DPD Partai Golkar Majene akan menggelar Musda. Setelah itu baru Mamuju,” jelas Sekretaris Umum DPD I Partai Golkar Sulbar, Usman Suhuriah, Minggu (20/9/2026).
Usman mengatakan, seluruh rangkaian Musda di enam kabupaten tersebut menjadi bagian dari proses konsolidasi internal untuk memastikan struktur organisasi partai semakin solid hingga ke tingkat daerah.
Setelah seluruh Musda rampung, DPD I Partai Golkar Sulbar akan mengagendakan pelantikan kepengurusan hasil Musda secara serentak. Agenda tersebut juga akan dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda).
“Nanti selesai semua Musda, baru rencana pelantikan sekalian secara serentak sekaligus Rakerda,” ujarnya.
Terpisah, Ketua DPD Partai Golkar Majene, Lukman, memastikan jajaran pengurus di daerahnya telah siap melaksanakan Musda.
Menurut mantan Bupati Majene tersebut, pihaknya kini tinggal menunggu persetujuan jadwal resmi dari DPD I Partai Golkar Sulbar. Persiapan teknis pelaksanaan juga mulai dimatangkan, termasuk memastikan lokasi kegiatan.
“Benar, kami tinggal menunggu persetujuan jadwal resmi dari DPD I. Saat ini kami sudah mulai melakukan persiapan, termasuk sudah memfikskan tempat pelaksanaan Musda,” kata Lukman.
Rangkaian Musda tersebut sekaligus menjadi bagian penting dari upaya Partai Golkar Sulbar memperkuat konsolidasi organisasi dan mesin politik menghadapi agenda politik ke depan.
Dengan seluruh struktur DPD kabupaten ditata kembali melalui Musda, Golkar Sulbar menargetkan konsolidasi tidak berhenti pada pergantian atau penetapan kepengurusan, tetapi berlanjut pada penguatan kaderisasi, soliditas struktur, dan kerja politik hingga tingkat akar rumput.
Konsolidasi tersebut menjadi modal organisasi untuk menyiapkan mesin politik yang lebih kuat dan terkoordinasi menyongsong Pemilu 2029./***









