Sulbar Posisi Pertama Nasional Tingkat Prosentase Program Guru PembaTIK

Hits: 326

Kasek SMA dan SMK se Sulbar saat kegiatan RDP di Tenda DPRD Sulbar(photo:bnq)

BANNIQ.Id.Sulbar. Kiprah Kadis Pendidikan dan Kebudyaan Provinsi Sulbar,Prof.Dr.Gufran Darma Dirawan dalam menggenjot Potensi SDM Kependidikan di Provinsi Sulbar, telah menunjukkan hasil yang cukup baik meskipun dirinya baru Menakhodai Disdikbud sekira 5 bulan pasca dilantiknya bulan Oktober tahun 2019 lalu.

Pada tahun-tahun sebelumnya, Dari aspek kompetisi baik kesiswaan maupun prestasi untuk tenaga pendidik pada tingkat Nasional Sulbar selalu mendapatkan rangking terakhir atau dalam bahasa Mandar disebut “Kanjoli”.

Namun untuk prosentase keikutsertaan guru dalam program Pembelajaran Berbasis TIK(PembaTIK) yang diselenggarakan oleh Pusat data dan Informasi ) Pusdatin) Kemendikbud, Sulbar menduduki Peringkat satu nasional dan peringkat enam jumlah guru yang ikut dalam program tersebut, yakni 2053 Guru.

” Alhamdulillah patut kita bersyukur karena kalau selama ini Sulbar selalu juara “Kanjoli ” dalam setiap penilaian secara nasional baik dari aspek kesiswaan maupun guru kali ini kita sudah berada di posisi keenam dari jumlah Keikut sertaan guru dalam program PembaTIK bahkan secara rasio dan prosentase yang sudah sekira 5 sampai 6 %, memposisikan Sulbar sebagai peringkat satu Nasional, memang provinsi DKI juga banyak namun pembaginya juga banyak dan mereka berada pada posisi kedua,” Ujar Kadisdikbud Gufran Darma Dirawan, saat RDP dengan Komisi IV DPRD Sulbar, Kamis (22/4/2021).

Capaian tersebut diakui oleh Gufran sebagai bentuk kerja keras dan upaya maksimal yang telah dilakukan oleh Para Kepala Sekolah selaku ujung tombak untuk mengsukseskan program ini, Dinas hanya berposisi sebagai pengarah saja kerja maksimalnya adalah para kepala Sekolah.

” Kami apresiasi para kasek, karena keberhasilan ini berkat kerja keras para kasek sebagai ujung tombak untuk mendukung program ini, kita hanya menjadi pengarah saja, penentu keberhasilannya adalah para kepala sekolah,” Simpulnya.|asd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *