Tentang Jalan dan Jembatan Di Bonda yang Disoal, Kadis PU Mamuju Beri Bantahan

Hits: 27

Kadis PU dan Tata Ruang Pemkab Mamuju,Ir.Salihi Saleh(photo:Ist)

BANNIQ.Id.Sulbar. Menanggapi isu soal jalan dan jembatan di Desa Bonda yang sebelumnya dikritik oleh seorang warga, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mamuju membantah akan hal tersebut.

Sebelumnya, salah seorang warga berisinisial A, mengaku telah dijanji oleh Bupati Mamuju untuk perbaikan jalan ke Desanya berupa pengespalan sepanjang 5 KM, dan sampai hari ini pihaknya mengaku belum ada realisasi.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mamuju, Ir. Salihi Saleh,M.S.i saat dikonfirmasi Senin (28/09/2020) membantah hal tersebut.

” Jadi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mamuju selama kurang lebih 4 tahun dibawah kepemimpinan Habsi-Irwan terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan,” kata Salihi seperti dikutip di Darasaksara.com.

Pihaknya juga mengungkapkan apa yang menjadi prioritas dari Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju dalam segmen infrastruktur.

” Selain itu, ada peningkatan panjang jalan dan peningkatan kualitas jalan, serta yang menjadi prioritas utama adalah pembangunan jembatan,”ungkapnya.

Tahap pengerjaan Jembatan.
Sementara, mengenai tudingan bahwa Pemerintah Kabupaten Mamuju dibawah kepemimpinan Habsi – Irwan yang dianggap belum merealisasikan janjinya, Solihi menjelaskan menyebut bahwa itu tidak benar.

” Kalau jembatan Dusun Paniki itu sudah selesai, sedangkan jalanan sementara dikerjakan, dalam pembangunan 4 kilometer,” ujarnya.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa, apa yang dikeluhkan warga pada saat itu saya juga ada,masyarakat membutuhkan pembangunan jalan dan jembatan, mereka minta dua jembatan dan jalanan, dimana kondisi jembatan saat itu jika air pasang maka tenggelam sehingga warga tidak bisa menyebrang, dan sekarang sudah dibangunkan.

Lanjut, kata Solihi, pada program berikutnya kita akan bangunkan jalanan lagi, tapi karena keterbatasan anggaran, adanya refocusing anggaran, rencana ini tidak dapat dilanjutkan. Karena dana itu difokuskan ke penanganan covid-19.

Meski demikian, Solihi mengaku bahwa berdasarkan kebutuhan – kebutuhan masyarakat dari Desa Bunde ke Bonda, kalau memang itu belum bisa dilakukan kita tangani yang terpenting dulu atau yang mendesak.

Pada dasarnya, bagaimana jalanan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat petani, maka keputusannya, minta 4 kilometer dikerja, Desa Bunde 1 kilometer dan Bonda 3 kilometer. Itu sekarang sementara dikerjakan melalui penimbunan dalam tahap pembangunan jalan,” beber Solihi.

Pihaknya mengaku bahwa sekarang ada upaya yang dilakukan oleh pemerintah yakni pengerasan jalan.

” Jadi jalanan disitu becek, sekarang ada pengerasan yang dilakukan. Karena peningkatan kualitas atau pembangunan jalan itu yang penting untuk bisa dilewati kendaraan, kalau peningkatan kualitas berarti teorinya itu, jalanan itu bisa dimanfaatkan kecepatan 40 km/jam minimal itu disebut dengan peningkatan. Jadi minimal kecepatan 40 km, kalau lebih dari 40 km/jam itu kategori kualitas. Jembatannya pun sudah selesai, sudah dimanfaatkan,” terang Salihi.

Tak hanya itu, Solihi juga kembali merefleksi apa yang menjadi janji Bupati Mamuju pada masyarakat saat itu, dimana menurutnya, Bupati saat itu menyampaikan sesuai kebutuhan masyarakat ada dua, yaitu jembatan dan jalanan. Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju telah menindaklanjuti itu, janjinya dalam bentuk dua tahun berturut-turut dikerjakan jembatan dusun Paniki.

” Jadi itu tindak lanjutnya, jembatan Dusun Paniki itu dikerja dalam dua tahun anggaran,” imbuhnya.

Hal lain apa yang menjadi kritikan salah seorang warga, bahwa jalanan ini memang telah diprogramkan di 2019, tetapi faktanya di 2020 ini ada refocusing anggaran akibat wabah pandemi covid-19, sehingga banyak kegiatan-kegiatan yang sifatnya tidak dapat dilaksanakan,” papar Solihi.

Terkait jembatan kayu itu, saya tau persis, jadi yang di minta masyarakat itu sesuai dengan kebutuhan dan permintaanya saja. Yang jelas jembatan dusun Paniki Desa Bonda Kecamatan Papalang kami sudah kerjakan,” simpul Solihi.|asdar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *