BANNIQ.Id. Majene Retakan yang muncul pada ruas Jalan Trans Sulawesi di Rangas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene yang beberapa waktu lalu selesai diperbaiki dengan menggunakan pancang Borepile belakangan menjadi perhatian masyarakat.
Menyikapi hal tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wilayah I, Arief Budiman Armin,ST.M.Eng. memberikan penjelasan teknis terkait kondisi jalan yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Kepada Banniq.Id. Arief menjelaskan, retakan terjadi pada sambungan antara bahu jalan dan lapisan aspal, sebab kerusakan tersebut bukan akibat kegagalan konstruksi, melainkan dipicu faktor alam, khususnya curah hujan tinggi yang memicu longsoran tanah dari lereng di sekitar lokasi.
“Air hujan yang terakumulasi di lereng bagian atas menyebabkan longsor dan memberikan tekanan dari bawah badan jalan, sehingga memicu retakan di permukaan jalan,” jelas Arief via Pesan Watshapp Jumat (9/1/2026).
Lebih jauh menjelaskan secara teknis bahwa struktur borepile atau tiang pancang yang telah dibangun di lokasi masih berfungsi optimal. Sebanyak 81 tiang pancang disebut berperan menahan pergerakan tanah agar longsoran tidak berkembang lebih parah.
Ditambahakan , jika struktur penahan tersebut tidak berfungsi, dampak kerusakan bisa jauh lebih serius, bahkan berpotensi menggeser badan jalan atau menutup jalur lalu lintas yang merupakan bagian dari Jalan Trans Sulawesi.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya telah menginstruksikan rekanan untuk memperbaikai mengingat status Pekerjaan Rehab Jalan rangas masih dalam taha pemeliharaan.
” Status pekerjaan jalan masih dalam proses pemeliharaan dan menjandi tanggung jawab Rekanan, dan kami sudah sampaikan untuk segera melakukan perbaikan pada retakan jalan dan menyiapkan kajian penanganan permanen, dengan tujuan utama memastikan ruas Jalan Rangas tetap aman dan fungsional bagi masyarakat,” Pungkasnya./***








