BANNIQ.Id. Mamuju. Senja Ramadan di kawasan kampus Institut Kesehatan dan Bisnis (IKB) Siti Fatimah Mamuju terasa berbeda pada Rabu, 11 Maret 2026.
Di tengah suasana kebersamaan civitas akademika dan masyarakat sekitar, sebuah capaian baru turut dirayakan, difungsikannya Aula IKB Siti Fatimah yang menjadi simbol perkembangan infrastruktur sekaligus komitmen penguatan kualitas institusi.
Kampus yang sebelumnya dikenal sebagai Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Fatimah Mamuju itu terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
Ribuan mahasiswa kini menempuh pendidikan di kampus tersebut, sementara para alumninya telah tersebar dan mengabdi di berbagai instansi pemerintah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, serta di sejumlah lembaga swasta.
Momentum buka puasa bersama yang digelar bersama civitas akademika dan masyarakat sekitar kampus itu menjadi lebih bermakna dengan dimulainya pemanfaatan aula baru kampus. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menunjang berbagai aktivitas akademik dan pengembangan mahasiswa.
Rektor IKB Siti Fatimah Mamuju, Dr. Safriadi, A.Ara., M.Kes., mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya pembangunan dan mulai difungsikannya aula tersebut.
“Syukur Alhamdulillah Aula IKB Fatimah sudah dapat difungsikan oleh seluruh civitas akademika. Tentu kegiatan seperti kuliah umum, pembekalan KKN, serta berbagai aktivitas akademik lainnya sudah dapat dilaksanakan di aula ini,” ujar Safriadi.
Ia menjelaskan, aula tersebut memiliki kapasitas sekitar 400 orang. Meski demikian, untuk kegiatan wisuda masih belum dapat dilaksanakan di tempat tersebut mengingat jumlah peserta dan tamu yang biasanya hadir jauh lebih banyak.
Namun bagi pihak kampus, kehadiran aula ini bukan sekadar penambahan fasilitas fisik. Lebih dari itu, pembangunan infrastruktur kampus merupakan bagian dari langkah strategis dalam memperkuat eksistensi IKB Siti Fatimah sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di Sulawesi Barat.
Safriadi menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen membangun kampus secara total—tidak hanya dari sisi sarana, tetapi juga kualitas pendidikan, penguatan riset, serta peningkatan kapasitas mahasiswa agar mampu bersaing di dunia kerja.
“Penguatan infrastruktur ini adalah bagian dari ikhtiar kami untuk terus meningkatkan kualitas perguruan tinggi. IKB Siti Fatimah harus hadir sebagai kampus yang mampu melahirkan SDM profesional, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah,” tegasnya.
Di tengah perkembangan pendidikan tinggi di Sulawesi Barat, langkah-langkah pembenahan yang dilakukan IKB Siti Fatimah menjadi sinyal kuat bahwa kampus lokal pun mampu tumbuh, beradaptasi, dan bersaing.
Dengan semangat kebersamaan yang terasa dalam buka puasa bersama itu, civitas akademika kampus tersebut seakan meneguhkan satu tekad: menjadikan IKB Siti Fatimah sebagai perguruan tinggi yang berkualitas dan semakin diperhitungkan di masa depan./***








