BANNIQ.Id. Mamuju – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat merilis perkembangan inflasi Sulawesi Barat periode Januari 2026 melalui konferensi pers Berita Resmi Statistik (BRS) yang digelar di Meeting Room BPS Sulbar, Senin (2/2/2026).
Pada Januari 2026, Provinsi Sulawesi Barat mencatat inflasi year on year (y-on-y) sebesar 4,34 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Mamuju sebesar 6,94 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 111,93, sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Majene sebesar 2,69 persen dengan IHK 109,10.
Mewakili Kepala BPS Sulbar, Suri Handayani, S.Si., M.Si. yang mengikuti Rapat Koordinasi Nasional di Jakarta, Kepala Bagian Umum BPS Sulbar, Chitra Dewi Said, menjelaskan bahwa inflasi y-on-y terjadi akibat kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran.
Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks meliputi kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,81 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 12,68 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,01 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,65 persen; kelompok transportasi sebesar 0,90 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,63 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,02 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,96 persen.
Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,25 persen; kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,33 persen; serta kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,63 persen.
Dengan perkembangan tersebut, tingkat inflasi month to month (m-to-m) dan inflasi year to date (y-to-d) Provinsi Sulawesi Barat pada Januari 2026 masing-masing tercatat sebesar 0,71 persen.
Dalam Berita Resmi Statistik Perkembangan Indeks Harga Konsumen Provinsi Sulawesi Barat Januari 2026 Nomor 06/02/76/Th. XX tanggal 2 Februari 2026, BPS mencatat bahwa secara umum terjadi kenaikan harga berbagai komoditas.
Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Sulawesi Barat di dua kabupaten/kota, pada Januari 2026 terjadi inflasi y-on-y sebesar 4,34 persen atau kenaikan IHK dari 105,63 pada Januari 2025 menjadi 110,21 pada Januari 2026, jelas Chitra Dewi Said.
Adapun komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y Januari 2026 antara lain tarif listrik, beras, ikan layang, ikan cakalang, emas perhiasan, ikan tuna, ikan bandeng, bawang merah, Sigaret Kretek Mesin (SKM), asam, ikan tongkol, ikan kembung, ikan selar, Sigaret Putih Mesin (SPM), telur ayam ras, dan bayam.
Sementara itu, komoditas yang memberikan andil deflasi secara month to month (m-to-m) antara lain cabai merah, bawang merah, cabai rawit, jeruk nipis/lime, makanan ringan/snack, minyak kelapa, jagung manis, sabun mandi, bayam, dan sawi. /***








