Membaca Literasi Sejarah di Museum Mamuju

Hits: 35

Kabid Sejarah Dispar Mamuju,Tri Ubaya Sakti saat diwawancarai Wartawan Peserta Fam Trip Wisata Sulbar Marasa I (photo:bnq)

BANNIQ.Id.Mamuju.Menjelajah pengetahuan sejarah tentang Kerajaan Mamuju bagi generasi muda, wadahnya telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Mamuju Di bawah kepemimpinan Bupati Drs.H.Habsi Wahid dan Wakil Bupati Mamuju Irwan SP Pababari melalui peresmian penggunaan Museum Mamuju. Moseum yang terletak di area Rumah adat Mamuju ini, menyimpan sekitar 65 Benda bersejarah peninggalan Kerjaan Mamuju, dan satu Peninggalan Belanda berupa Meriam.

” Ada sekitar 65 koleksi benda peninggalan Kerajaan Mamuju yang telah diserahkan oleh Almarhum Raja Mamuju,Andi Maksum Dai, setelah museum ini jadi, sejak awal memang beliau sudah mau menyerahkan, namun saat itu beliau mengatakan nanti ada museum baru diserahkan karena sudah aman bila sudah ada museum,” Ujar Kabid Sejarah Dinas Pariwisata Mamuju,Tri Ubaya Sakti, kepada jurnalis Peserta Fam Trip Wisata Sulbar Marasa I,Minggu(15/11/2020).

meriam peninggalan Belanda yang tertera tahun pembuatannya tahun 1683 M,salah satu Benda Koleksi di Museum Mamuju(photo:bnq)

Adapun koleksi tersebut sambung Tri, terdiri dari sembilan belas keris/parang yang umurnya diperkirakan sudah ratusan tahun, satu meriam peninggalan Belanda, photo/dokumentasi tua, Naskah Lontarak , Guci yang terbuat dari keramik dan benda logam lainnya yang dulu digunakan raja-raja Mamuju.

Untuk menambah koleksi museum Pemkab Mamuju masih Tri, Dinas pariwisata masih menunggu benda peninggalan kerajaan Mamuju lainnya, dan satu benda berupa Arca tembaga yang saat ini masih berada di Kantor BRI Cabang Mamuju.

Keris dan Keramik yang diperkirakan berumur ratusan tahun sebagai benda koleksi Museum Mamuju(photo:bnq)

” Kita masih menunggu tambahan koleksi peninggalan kerajaan Mamuju, dan satu benda cagar budaya berupa Arca tembaga yang saat ini masih berada di kantor BRI, yang dititip Bupati Mamuju pada saat itu Bapak Hadi Purnomo, pihak BRI akan menyerahkan setelah Sudah ada surat permintaan dari pak Bupati karena sudah ada tempat penyimpanannya yakni Museum,” Simpulnya.|asdar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *