Enam Belas Tahun Sulbar dalam Potret Prof Husain Syam

Hits: 195

Rektor UNM Prof.Dr H.Husain Syam saat Konfrensi Pers di NAL Kafe Mamuju(photo:bnq)

BANNIQ.Id.Sulbar. Pada tanggal 22 September Esok, Provinsi Sulbar yang telah berusia 16 tahun, di usia yang masih belia jika direfleksi dari awal berdirinya hingga usia yang ke enam belas tahun saat ini, tentu ada indikator-indikator capaian juga harapan-harapan yang belum bisa dimanifestasikan, untuk itu permasalahan Sulbar harus menjadi fikiran dan tanggung jawab secara bersama-sama. Demikian diutarakan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof.Dr.H.Husain Syam, di hadapan puluhan wartawan pada kegiatan Konfrensi Pers di NAL Kafe Mamuju Sulbar, minggu malam,(20/9/2020) dipandu oleh Direktur Sulbar Ekspres H.Naskah M Nabhan, dan Alumni IKIP/UNM Hasrat lukman.

Bila ingin merefleksi 16 tahun Sulbar Hari ini, kata Husain Syam tentu patut disyukuri karena setelah memiliki Provinsi sendiri telah menunjukkan kemajuan-kemajuan khususnya di bidang infra struktur yang makin baik.

” Tentu kita bersyukur karena dengan kita berprovinsi Sulbar telah ada capaian-capaian sewaktu kita masih belum berdiri sebagai provinsi tersendiri, khususnya dari segi infra struktur saya kira sudah cukup baik, biasanya kalau saya ke Sulbar naik darat di daerah pinrang saya belum bisa tertidur dan setelah masuk wilayah Sulbar saya sudah tertidur itu artinya jalanan sudah mulus, ada perkembangan dari sebelumnya,” bebernya.

Hal tersebut lanjut Husain Syam, tidak terlepas dari Peran pemimpin terdahulu yang menjadi Gubernur Sulbar dua periode yang telah memberikan sentuhan awal, namun tidak bisa terhenti sampai di situ.

Dan harapan yang sama juga disematkan kepada Gubernur Sulbar saat ini untuk dapat menunaikan harapan-harapan masyarakat Sulbar hingga di akhir masa jabatan dua tahun ke depan, dan sebagai konsekuensi Logis atas pilihan masyarakat Sulbar kita harus memberi dukungan hingga berakhir masa jabatannya Sebagai Gubernur Sulbar Periode 2017-20222.

” Harapan yang sama kita sampaikan ke Gubernur sekarang, kita memberi dukungan sepenuhnya untuk menata pembangunan Sulbar hingga berakhir masa jabatan beliau dua tahu ke depan karena itu sebagai konsekuensi logis atas pilihan kita ke beliau dan tidak ada alasan untuk tidak mendukung sampai di akhir masa kepemimpinannya,” Tandas mantan Dekan Fakultas Teknik UNM ini.

Kemudian dalam konteks kekinian, ia selaku kordinator penjaminan mutu pembangunan di Provinsi Sulbar, ia menilai proses pembangunan di Sulbar masih belum sesuai harapan. Hal tersebut kata Husain dapat dilihat dengan belasan tahun yag telah dilalui dan dibandingkan Provinsi yang lain pada periode yang sama.

” Dalam potret saya jika merfeleksi 16 tahun Sulbar jika dibandingkan dengan Provinsi lain pada periode yang sama memang rasa-rasanya kita tidak bisa menerima kenyataan Sulbar hari ini,” Ungkapnya.

Untuk itu kata dia Sulbar harus dipikirkan secara bersama-sama dengan menghadirkan poin- poin penting dalam melaksanakan pembagunan, salah satunya SDM dan untuk peningkatan SDM kuncinya Pendidikan.

Untuk menilai kualitas pembangunan suatu daerah atau negara sebut Husain, ada empat poin indikator yag harus dihadirkan oleh pemerintah. Yakni SDM,SDA,Jejaring dan teknologi.

” Ini harus menjadi acuan bahwa indikator kemajuan pembagunan itu ditentukan empat poin, yakni SDM yang berkontribusi 45%, SDA 10 %, Jejaring 25 % dan Teknologi 20 % inilah yang kita harus hadirkan dalam pemerintahan,” Timpalnya.

Sebagai aspek yang memiliki kontribusi untuk menentukan kualitas pembangunan SDM harus dimaksimalkan dan untuk memakmsimalkan kata Husain melalui pendidikan dan salah satu yang menjadi indikator IPM adalah pendidikan.

” kontribusi Pengembangan SDM itu sebanyak 45%, SDA bisa disentuh oleh SDM yang baik, dan indikator IPM itu adalah pendidikan selain kesehatan dan daya beli masyarakat, jangan lagi IPM kita di Sulbar terendah kedua, ini harus menjadi perhatian kita ,” Tandasnya.

Kemudian terkait kehadirannya di Mamuju selama dua hari ini, Husain Syam menyebut sebagai bagian dari tresh Study untuk menyapa Alumni IKIP /UNM di Sulbar, ia berharap tidak dimaknai sebagai gerakan Politik.

” Saya datang di Mamuju selama dua hari ini sebagai bagian tresh Study untuk menyapa Alumni IKIP/UNM di Sulbar serta menyapa kaum muda yang ada, jadi jangan dimaknai sebagai gerakan politik,” Pungkasnya|asdar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *